RedBabel–PANGKALPINANG — Upaya mencegah dan menangani stunting membutuhkan intervensi yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan nutrisi, lingkungan tempat tinggal yang sehat, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak. Hal ini pula yang didukung PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program sosial di wilayah operasional perusahaan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), PT TIMAH berpartisipasi dalam berbagai program yang menyasar keluarga berisiko stunting.
Dukungan tersebut di antaranya diwujudkan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting, serta penguatan kapasitas pengasuhan melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Berbagai intervensi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang menunjang tumbuh kembang anak secara optimal guna menuju Generasi EMAS 2045.
Dalam Program GENTING, PT TIMAH turut memberikan dukungan berupa pembangunan rumah layak huni bagi tiga keluarga penerima manfaat di Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Ketiga penerima merupakan keluarga berisiko stunting.
Bantuan rumah layak huni tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat bagi keluarga.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kondisi rumah, sanitasi, akses air bersih dan lingkungan tempat tinggal merupakan bagian yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah stunting.
“Salah satu penyebab stunting memang rumah yang kurang layak. Karena itu, sanitasi, akses air bersih, dan kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi perhatian. Pencegahan harus dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” ujar Wihaji beberapa waktu lalu saat kunjungan kerja ke Bangka Belitung.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga yang membutuhkan. PT TIMAH menjadi salah satu pihak yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam Program GENTING.
Dukungan serupa juga dilakukan PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur. Bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Belitung Timur, perusahaan mendukung Program GENTING melalui pembangunan jamban sehat bagi dua keluarga penerima manfaat di Desa Burung Mandi.
Kedua penerima manfaat merupakan keluarga yang masuk kategori berisiko stunting dan belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak. Penyediaan sanitasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi keluarga.
Kepala DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, mengatakan PT TIMAH merupakan salah satu mitra yang aktif mendukung pelaksanaan Program GENTING, baik melalui bantuan nutrisi maupun non-nutrisi.
“Seperti mitra Genting lainnya, PT TIMAH aktif sebagai mitra yang mendukung program Genting, baik dalam bentuk bantuan nutrisi maupun non-nutrisi,” kata Melta.
Sementara itu, upaya pencegahan stunting juga diperkuat dari sisi pengasuhan anak. PT TIMAH berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka Barat melalui program TAMASYA.
Kegiatan tersebut memberikan pendampingan kepada orang tua dan pengasuh mengenai pola asuh yang berkualitas, positif dan ramah anak. Pendampingan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dan pengasuh dalam memahami tumbuh kembang anak. Pemahaman mengenai pola asuh sejak usia dini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang sekaligus menjadi bagian dari langkah preventif dalam mencegah stunting.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka Barat Sarbudiyono mengapresiasi dukungan PT TIMAH terhadap program TAMASYA. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak usia dini adalah anak-anak yang harus mendapatkan perhatian luar biasa dari semua pihak, terutama keluarga. Pendidikan yang utama adalah pendidikan keluarga,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, keluarga dan satuan pendidikan dapat terus diperkuat sehingga anak-anak memperoleh lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Hal senada disampaikan Ketua Tim KSPK Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Zuwaldi Batubara. Ia mengapresiasi kontribusi PT TIMAH dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“PT TIMAH sangat luar biasa memberikan kontribusi dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya di Bangka Barat, tetapi dalam skala Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah menunjukkan kontribusinya terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.
Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Pemenuhan kebutuhan nutrisi perlu berjalan beriringan dengan penyediaan sanitasi yang layak, hunian sehat, penguatan pola asuh, serta peningkatan kapasitas keluarga. (*HumasPTTIMAH/RB)
