![]()
RedBabel–PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengoptimalkan peran Kelompok Kerja (Pokja) Mangrove Daerah guna mengkonservasi dan merehabilitasi hutan mangrove di daerah itu.
“Kita akan mengintegrasikan Pokja Mangrove Daerah ini dengan program-program yang ada di perangkat daerah untuk mengoptimalkan pelestarian mangrove ini,” kata Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Babel Joka Triadhi saat membuka pelantikan Pengurus Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kepulauan Babel di Pangkalpinang.
Ia mengatakan pelantikan Pengurus KKMD Kepulauan Babel dan diseminasi dokumen policy brief terkait konservasi dan rehabilitasi mangrove ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial bagi kedaulatan ekologi dan ekonomi pesisir di daerah ini.
“Kita tidak hanya melibatkan perangkat daerah di provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota agar melestarikan hutan mangrove ini,” ujarnya.
Ia menegaskan sinergi ini penting mengingat Babel merupakan daerah kepulauan yang memiliki total panjang garis pantai mencapai 2.375,92 kilometer (Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2017), sehingga memiliki ekosistem mangrove yang luas sekali.
“Ini adalah anugerah dari Allah SWT untuk dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah ini,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan untuk menjaga dan melestarikan mangrove ini tidak mudah karena dihadapkan dengan isu kerusakan lingkungan dampak penambangan, alih fungsi lahan dan lainnya.
“Kita tidak hanya bicara tentang menanam pohon, tetapi tentang menjaga sistem penyokong kehidupan. Kajian yang dipaparkan hari ini adalah kompas bagi kebijakan kita kedepannya dalam menjaga lingkungan hutan mangrove ini,” ujarnya.
Ia menekan semua pihak harus memahami bahwa rehabilitasi tidak boleh lagi dilakukan secara sporadis.
“Kita memerlukan pendekatan ilmiah agar tingkat keberhasilan tumbuh mangrove optimal dan dapat diimplementasikan agar perlindungan ekosistem pesisir baik dari fungsi ekologi maupun ekonomi serta masyarakat dapat diwujudkan,” katanya.
Buatkan sesuai data dan informasi ini cuman jangan disamakan dan hilang kan antara (Azl/RB)






