![]()
RedBabel-PANGKALPINANG — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Juhaini mewakili penjabat walikota Pangkalpinang menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi dan evaluasi program kementerian yang digelar secara daring, di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (19/08/2025).
Usai rapat, Juhaini menyampaikan bahwa inflasi Kota Pangkalpinang masih terkendali dan ia juga menegaskan bahwa Pemkot Pangkalpinang mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah dengan kebijakan pro-rakyat, melalui pembebasan biaya perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Untuk Pangkalpinang, inflasi year-to-date nya 1,50%, month-to-month nya 0,46%, dan year-onyear nya 1,71%, sementara inflasi nasional year-to-date sebesar 1,6%, month-to-month 0,3%, dan year-on-year 2,37%, artinya inflasi kita masih terkendali karena berada di bawah inflasi nasional,” ungkap Juhaini
Ia menyampaikan bahwa rapat tersebut juga membahas program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi program nasional.
“Pemkot Pangkalpinang sudah menindaklanjuti program 3 juta rumah dengan pemberian perizinan PBG gratis dan penerbitan BPHTB gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.
“Kebijakan ini sudah berjalan sejak dua bulan lalu seiring dengan peluncuran resmi dari Kementerian Dalam Negeri,” tegas Juhaini
Terkait dengan kebutuhan perumahan di Pangkalpinang, Juhaini mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki di Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkot Pangkalpinang, terdapat 55.532 KK dan yang membutuhkan perumahan sekitar 2.998 rumah.
Ia juga menambahkan bahwa usulan kebutuhan perumaham sudah diajukan ke Kementerian Perumahan agar mendapatkan bantuan stimulan.(Ab/RB)