![]()
RedBabel-PANGKALPINANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPRD Babel) terus berkomitmen dalam memperjuangkan hak masyarakat yang lahannya terdampak penertiban oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan data lahan perkebunan milik warga yang terdampak kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya yang memimpin langsung penyerahan data di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Jumat (8/8/2025) ini, juga dihadiri puluhan kepala desa dari berbagai kabupaten/kota.
“Perjuangangan ini harus dilakukan secara kolektif jangan ada ego sektoral. Ini menyangkut nasib masyarakat. Utusan dari desa hanya sekitar 20 orang, dari Belitung harus ada enam perwakilan. Silakan diatur, kami tidak ikut campur, kita bawa data tersebut langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Selasa (12/08/2025) mendatang,” tegas Didit.
Didit juga menceritakan, ada warga yang sampai menitikkan air mata karena khawatir kehilangan mata pencaharian akibat penertiban ini. Didit menegaskan seluruh proses pengumpulan data dilakukan transparan, tanpa pungutan biaya.
Sementara itu, Plt Kepala DLHK Babel, Bambang, menyampaikan bahwa data yang diterima akan dirapikan dan disusun sesuai prosedur sebelum dibawa ke pemerintah pusat. Ia menginstruksikan agar seluruh dokumen difotokopi tiga rangkap, masing-masing untuk DPRD, DLHK, dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
“Segera lengkapi dokumennya. Babel adalah satu-satunya daerah yang sudah siap dan proaktif menyampaikan masalah ke Satgas PKH pusat,” kata Bambang.
Satgas PKH sebelumnya melakukan penyitaan serta pemasangan plang larangan di kebun sawit yang masuk kawasan hutan lindung, hutan produksi, maupun hutan konservasi. Kebijakan ini memicu penolakan dari petani, terutama mereka yang mengelola lahan secara turun-temurun. DPRD Babel mendesak Satgas PKH bertindak transparan, tidak tebang pilih, dan melibatkan semua pihak terkait dalam mencari solusi. (Ab/RB)
