![]()
RedBabel–BANGKABELITUNG – Upaya pelestarian lingkungan pesisir kembali diperkuat melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Mahasiswa dan Pemuda untuk Kejayaan Mangrove Bangka Belitung Berkelanjutan” yang digelar di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pemuda, serta berbagai pemangku kepentingan yang berfokus pada penguatan peran generasi muda dalam menjaga ekosistem mangrove. Forum ini juga menjadi wadah diskusi strategis terkait kondisi mangrove serta langkah keberlanjutan di wilayah Bangka Belitung.
Berdasarkan data tahun 2025, luas mangrove di Bangka Belitung tercatat mencapai 9.550 hektare. Dari jumlah tersebut, kerapatan lebat mendominasi sebesar 97,09%, disusul kerapatan sedang 1,86% dan kerapatan jarang 1,05%. Angka ini menunjukkan kondisi mangrove yang relatif baik, namun tetap memerlukan pengelolaan berkelanjutan.

Koordinator Green Leadership Indonesia, Ahmad Juliyanta, menyampaikan bahwa peran mahasiswa dan pemuda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan mangrove.
“Mahasiswa dan pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga lewat aksi nyata seperti rehabilitasi mangrove dan penyebaran informasi lingkungan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan sejumlah program unggulan, di antaranya Mangrove Goes to School yang bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar, pelatihan jurnalistik lingkungan guna memperkuat peran komunikasi publik, serta kegiatan rehabilitasi mangrove sebagai bentuk aksi langsung di lapangan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan terkait kondisi mangrove di Bangka Belitung serta rencana besar melalui program Kolaborasi Konservasi Mangrove Daerah (KKMD). Program ini menitikberatkan pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi dalam menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Pembahasan dalam forum juga mencakup pentingnya pengelolaan mangrove yang ideal, mulai dari pemanfaatan berkelanjutan, dukungan pendanaan, hingga kerja sama lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemuda, dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat guna menjaga kelestarian mangrove sebagai benteng alami pesisir sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat di Bangka Belitung. (Azl/RB)
