Uluran Tangan Kebaikan PT Timah Serahkan Bantuan Pengobatan Penderita Hirschsprung

Loading

RedBabel–KARIMUN — Guna meringankan biaya pengobatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan, PT TIMAH (Persero) Tbk mendukung bantuan biaya pengobatan untuk Habibi, bayi berusia empat bulan asal Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, yang tengah menjalani perawatan akibat penyakit Hirschsprung.

Bantuan biaya pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan ini, merupakan bentuk nyata kepedulian PT TIMAH untuk membantu masyarakat.

Abdul Wahab, ayah Habibi sangat bersyukur mendapatkan bantuan biaya pengobatan dari PT TIMAH untuk anaknya yang diketahui mengidap Hirschsprung yang merupakan kelainan pada usus besar.

Wahab menceritakan, Habibi mulai mengalami gangguan kesehatan saat usianya belum genap satu bulan. Awalnya, perut Habibi terlihat membesar dan kembung. Kondisinya kemudian semakin mengkhawatirkan ketika ia tidak buang air besar selama hampir satu minggu dan disertai muntah terus-menerus.

Melihat kondisi tersebut, orang tuanya segera membawa Habibi ke puskesmas terdekat. Namun karena keluhan tak kunjung membaik, pihak puskesmas kemudian merujuk Habibi ke rumah sakit daerah di Kabupaten Karimun.

Awalnya BAB-nya normal, tapi perutnya tetap kembung. Setelah dirawat di Karimun, kami dirujuk lagi ke rumah sakit di Batam,” kata Abdul Wahab.

Di Batam, Habibi menjalani serangkaian pemeriksaan medis, mulai dari rontgen hingga biopsi. Dari hasil pemeriksaan itulah dokter memastikan bahwa Habibi mengidap Hirschsprung.

Tim medis kemudian memutuskan tindakan operasi sebagai langkah penanganan. Abdul Wahab bersyukur, operasi yang dijalani putranya sekitar tiga bulan lalu berjalan lancar.

Alhamdulillah operasinya berhasil. Sekarang Habibi masih dalam proses pemulihan dan tetap harus kontrol rutin ke Batam,” ujarnya.

Sebagai pedagang kaki lima dengan empat orang anak, Abdul Wahab mengaku biaya pengobatan dan perjalanan untuk kontrol rutin menjadi tantangan berat bagi keluarganya. Selain biaya medis, kebutuhan akomodasi selama berada di Batam juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kalau berhari-hari di Batam tentu biayanya lumayan besar. Sementara saya cuma jualan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, bantuan biaya pengobatan dari PT TIMAH dinilai sangat meringankan beban keluarga.

Dengan adanya bantuan ini, Alhamdulillah kami cukup terbantu untuk biaya akomodasi dan pengobatan lanjutan Habibi,” katanya.

Abdul Wahab pun berharap kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, khususnya mereka yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi.

Harapan kami ke depan, semoga PT TIMAH bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*HumasPTTIMAH/RB)

About The Author

Pos terkait