![]()
RedBabel-PANGKALPINANG – Mahasiswa Universitas Pertiba terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam menghadapi dinamika pasar monopolistik yang semakin kompetitif. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha di tengah persaingan pasar yang beragam.
Dalam kondisi pasar monopolistik, setiap pelaku UMKM dituntut memiliki keunikan produk, strategi pemasaran yang kreatif, serta kemampuan beradaptasi dengan tren konsumen, terutama di kalangan anak muda. Hal ini sejalan dengan temuan mahasiswa di lapangan yang melihat bahwa mayoritas konsumen didominasi oleh generasi muda atau Gen Z.
Kamila Fadimi, selaku pemilik Kedai Mama, menyampaikan bahwa karakter pasar di lingkungan usahanya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup anak muda.
“Pasar di sini memang didominasi oleh anak muda, khususnya Gen Z. Mereka cenderung mencari tempat yang nyaman, estetik, dan juga mengikuti tren. Jadi pelaku UMKM harus pintar menyesuaikan konsep usaha agar tetap diminati,” ujarnya.

Sementara itu, Nanita, staf pegawai di Kedai SS, menambahkan bahwa perilaku dan karakter pelanggan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha.
“Kalau dilihat, pemuda di sini sering menghabiskan waktu untuk santai dan bermain game. Selain itu, pelanggan di sini juga tidak tetap, jadi kami harus terus berinovasi agar mereka mau kembali,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pertiba tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran, pemanfaatan media digital, serta pentingnya memahami perilaku konsumen.
Diharapkan, kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM ini mampu menciptakan inovasi baru yang tidak hanya meningkatkan daya saing usaha, tetapi juga mendorong produktivitas generasi muda sebagai bagian dari penggerak ekonomi lokal.(Azl/RB)
