RedBabel–PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang membuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) gabungan serta menyiagakan enam posko terpadu. Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Ruang SRC Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengungkapkan bahwa pembentukan Satgas dan penyiapan posko ini merespons prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak musim kemarau berlangsung hingga Oktober.
”Puncak musim panas menurut laporan BMKG terjadi pada September hingga Oktober ini. Meskipun ada potensi hujan dalam dua hari ke depan, cuaca panas terik diperkirakan kembali melanda hingga Oktober,” kata Saparudin.
Selain kesiapan infrastruktur dan personel, Pemkot Pangkalpinang menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui penegakan hukum. Saparudin mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau berlangsung.Referensi Geografis.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan ragu menindak tegas warga yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, Kapolres Pangkalpinang siap memanggil dan memeriksa siapa saja yang terbukti sengaja memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Kota Pangkalpinang.(Ab/RB)
