OJK Babel Gelar BIK di ATM Pangkalpinang

RedBabel–PANGKALPINANG — Kepala Kantor Perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, menegaskan hal tersebut saat membuka Bulan Inklusi Keuangan (BIK), Sabtu (17/10/2026) di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

“Inklusi berarti masyarakat memanfaatkan produk dan jasa keuangan. Ini bukan sekadar tugas bank, OJK, atau pemerintah daerah. Inklusi keuangan pada hakikatnya adalah masalah kemanusiaan,” ujarnya.

Eko Wijaya memberi gambaran nyata: ketika seorang ibu di Pulau Lepar belum bisa membuka rekening, itu menyangkut martabat, bukan sekadar infrastruktur. Demikian pula pengusaha di Belinyu yang kesulitan mendapat pinjaman tanpa agunan — hal itu memengaruhi masa depan perekonomian daerah.

Bacaan Lainnya

“Peradaban maju selalu diiringi inklusi keuangan yang maju, karena akses keuangan adalah penggerak utama usaha dan perekonomian,” jelasnya.” jelasnya.

Kegiatan ini mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan satu rangkaian yang saling berkaitan.

“Merata berarti setiap orang memiliki kesempatan dan informasi yang setara terhadap layanan keuangan. Jika aksesnya merata, perekonomian masyarakat pasti akan lebih berdaya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, OJK Babel memberikan apresiasi kepada lembaga keuangan yang berperan aktif, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Sumselbabel, BPRS Babel, dan Asuransi Ramayana. OJK juga menobatkan Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat, sebagai Bunda Literasi Keuangan Babel. Rangkaian kegiatan ini turut menghadirkan bazar dan pameran yang melibatkan puluhan UMKM.(Ab/RB)

About The Author

Pos terkait