![]()
RedBabel-PANGKALPINANG — Kota Pangkalpinang masuk sepuluh besar kota se Indonesia yang mengalami inflasi daerah terendah. Hal ini diketahui saat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Juhaini menyampaikannya kepada awak media usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).
Rapat yang dilakukan via zoom meeting itu dihadiri Juhaini bersama stekholder terkait, di Ruang Smart Room Centre Kantor Walikota Pangkalpinang, Selasa (28/07/2025).
“Alhamdulillah, Inflasi Kota Pangkalpinang dalam year on year 0,96%, dengan tingkat perkembangan harga 1,059 %, terendah se-Babel dan termasuk sepuluh besar kota terendah se-Indonesia“, jelas Juhaini.
Juhaini menambahkan bahwa penyumbang terbesar inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,68%.
“Demi menjaga inflasi Pemerintah kota (Pemkot) Pangkalpinang melakukan beberapa upaya, stabilitas harga terutama untuk pangan strategis, memantau ketersedian bahan pangan di pasar, memantau kelancaran distribusi bahan pangan serta selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD)“, jelas Juhaini.
Selain itu ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Pangkalpinang telah merealisasikan bantuan bahan pangan untuk 7.406 Kepala Keluarga masing2 menerima 20 kilogram dengan total 148,12 ton yang disalurkan pada bulan Juni dan Juli ini.
Terakhir Ia mengatakan bahwa Pemkot Pangkalpinang akan terus berkomitmen menjaga inflasi serta berusaha mensejahterakan warga Kota Pangkalpinang. (Ab/RB)
