![]()
RedBabel–PANGKALPINANG – Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pelatihan Penulisan Publikasi Lingkungan dan Teknik Rehabilitasi Mangrove, Kamis (2/4/2026), di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Materi pertama disampaikan oleh Bu Desi dari TVRI Bangka Belitung terkait teknik pengambilan gambar dan visual publikasi. Selanjutnya, Bu Feni dari Antara News Bangka Belitung membahas jurnalistik lingkungan serta strategi penulisan berita yang informatif dan menarik.
Pada sesi berikutnya, Pak Artur dari Universitas Bangka Belitung memaparkan pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, Pak Arif dari BPDAS Batu Rusa Cerucuk menyampaikan teknik penanaman dan rehabilitasi mangrove yang tepat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perwakilan instansi, organisasi, serta komunitas peduli lingkungan di Bangka Belitung, di antaranya Maritim Muda Kabupaten Bangka, KOPPIKA Bangka Belitung, Green Leadership Indonesia Wilayah Babel, Green Hikers UNIPER Bangka Belitung, Green Generation Bangka Belitung, Pepelingasih Kabupaten Bangka, Kopassas IAIN SAS Bangka Belitung, Green Generation SMAN 2 Sungailiat, Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Babel, serta Yo’ Kawa Babel.
Salah satu perwakilan dari Kopassas, Anisa, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi generasi muda. “Sebagai generasi muda, kegiatan ini memperluas cara berpikir dan memperkaya pengalaman kami. Kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga belajar memahami berbagai sudut pandang, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat kerja sama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak generasi muda yang memperoleh manfaat dan pengalaman berharga.

Sementara itu, perwakilan Green Hikers UNIPER Bangka Belitung, Muhammad Toyib, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, khususnya dalam pelestarian mangrove.
Melalui kegiatan ini, KKMD Babel berharap peserta mampu menjadi agen perubahan dalam menyuarakan isu lingkungan serta berkontribusi dalam aksi nyata pelestarian mangrove secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dan komunitas dinilai menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah.(Azl/RB)
