![]()
RedBabel–PANGKALPINANG – Mahasiswa Universitas Pertiba melaksanakan kunjungan edukatif ke salah satu kantor bank syariah di Pangkalpinang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman terhadap dunia perbankan berbasis syariah. Kegiatan ini disambut langsung oleh pimpinan cabang yang memberikan pemaparan komprehensif terkait sistem operasional bank syariah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai berbagai akad yang digunakan dalam perbankan syariah, seperti prinsip bagi hasil dan transaksi bebas riba, serta mengenal berbagai aset yang dimiliki dan dikelola oleh bank syariah. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai sejarah berdirinya perbankan syariah di Indonesia, yang menjadi dasar perkembangan sistem keuangan berbasis nilai-nilai Islam hingga saat ini.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami praktik nyata di lapangan. Interaksi aktif antara mahasiswa dan pihak bank turut memperkaya pengetahuan serta membuka wawasan baru terkait peluang karier di sektor keuangan syariah.

Salah satu peserta, Dimas, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Menurutnya, kunjungan tersebut mampu menambah ilmu baru mengenai sistem perbankan syariah, termasuk pemahaman tentang akad dan aset yang dimiliki bank.
“Kegiatan ini sangat positif bagi kami sebagai mahasiswa. Kami bisa belajar langsung bagaimana sistem perbankan syariah berjalan, mengetahui akad-akad yang digunakan, serta mendapatkan nilai-nilai atau motto hidup Islami yang bisa menjadi pegangan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman belajar secara langsung di lapangan menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan hanya dari pembelajaran di kelas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa semakin siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor perbankan syariah yang terus berkembang di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan generasi muda yang kompeten, berwawasan luas, serta memiliki pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah. (Azl/RB)
