Solusi Gubernur Erzaldi Atasi Antrian BBM di Babel

0
372
Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM, Gubernur Bangka Belitung. (*)

RedBabel, Pangkalpinang- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan antri bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah di Provinsi Serumpun Sebalai. Langkah itu adalah dengan menghadirkan layaknya kartu kendali yang diberi nama fuelcard.

Kepada media, Gubernur Erzaldi mengatakan fuelcard nanti akan menjadi tonggak penting untuk kenyamanan pengguna kendaraan bermotor untuk mendapatkan bahan bakar subsidi, yang selama ini dikeluhkan susah didapat karena kalah oleh oknum-oknum antri, baik itu antri solar maupun bensin. “Jadi, bahan bakar subsidi, nanti pakai kartu, jadi pertanggal 02 Desember 2019 kita mulai untuk solar dulu, solar subsidi di SPBU manapun harus dibeli dengan kartu fuelcard, ini kerjasama Pemerintah Bangka Belitung dengan BRI, Samsat dan kawan-kawan di Hiswana Migas, harapannya tidak ada lagi antri-antri untuk mendapatkan BBM subsidi ini, kalau ini nanti solar 02 Desember 2019 maka bensin kita mulai 01 Januari 2020”, Tegas mantan Bupqti 2 (dua) periode ini.

Dijelaskannya, kenapa harus solar yang pertama karena solar banyak antri, tapi ternyata kata dia, sekarang bensinpun sudah banyak antri. “Jadi ini sangat merugikan masyarakat kita karena dengan cara antri ini siapa yang mendapat bahan bakar subsisdi ini hanya orang tertentu, jumlah yang tertentu dan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang seharusnya menggunakan BBM industri, saya informasikan ke masyarkat ayo kita daftarkan kendaraan kita untuk mendapatkan kartu yang akan digunakan untuk mendapatkan BBM ini, semoga dengan ini kita akan aman, lancar dan semua untuk ketertiban masyarakat kita, agar tidak ada lagi antrian dan penyalahgunaan BBM. Semua insya Allah 02 Desember mulai”, Tandasnya.

Fuelcard itu sendiri tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur bernomor 541/1043/IV/2019, tentang pendistribusian jenis bahan bakar minyak tertentu/solar susidi dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan/bensin ron 88 di Provinsi Bangka Belitung. Untuk diketahui fuelcard adalah kartu untuk transaksi non-tunai untuk pembelian BBM. Aturannya adalah, fuelcard dapat diisi ulang melalui kartu ATM BRI maupun bank lainnya, unit kerja BRI, kios Brizzi, BUMDes, internet banking BRI maupun mobile banking BRI. Kedua, pembelian BBM bersubsidi hanya dapat dilakukan menggunakan fuelcard. Dan ketiga, pengisian BBM subsidi hanya dapat dilakukan 1 kali per hari dengan batas maksimal yang telah ditentukan berdasarkan jenis kendaraan.

Untuk pendaftaran sendiri harus memenuhi persyaratan seperti, membawa STNK dan KTP asli serta fotokopi dan membawa surat kuasa jika pendaftaran diwakilkan. Kedua, plat nomor kendaraan harus BN dan membayar pajak kendaraan bermotor, lalu nama di SNTK harus sesuai dengan nama di KTP, atau masuk dalam database kendaraan di Samsat, dan untuk biaya cetak kartu fuelcard sebesar Rp 20 ribu. Sedangkan cara menggunakan fuelcard adalah, pemegang kartu datang ke SPBU untuk melakukakan pengisian BBM bersubsidi, lalu petugas SPBU melakukan pembayaran BBM bersubsidi menggunakan kartu fuelcard melalui EDC.

EDC melakukan pengecekan kuota harian, bila kuota masih mencukupi, transaksi sukses dan petugas SPBU dapat melakukan pengisina BBM bersubsidi, bila tidak mencuukpi, pelanggan hanya dapat melakukan pembelian BM non subsidi. Sedangkan untuk batas atas pembelian solar subsidi, adalah, angkutan umum/barang (plat kuning) roda 4 mendapat 30 liter/hari. Kendaraan umum/barang (plat kuning) dan kendaraan pribadi (plat hitam) roda 6 atua lebih dapat mengisi 60 liter/hari. Kendaraan pribadi (plat hitam) roda 4 dapat mengisi 20 liter/hari.

Untuk batas atas pembelian premium susidi atau bensin, angkutan umum/barang (plat kuning) roda 4 dapat membeli 30 liter/hari. Kendaraan pribadi (plat hitam) roda 4 dapat membeli 20 liter/hari dan untuk kendaraan roda 2 dan 3, bisa membeli 5 liter/hari. Untuk waktu dan tempat pendaftaran di UPT Samsat kabupaten dan kota se Bangka Belitung. Untuk Kota Pangkalpinang 22-30 November 2019, dan diterapkan mulai tanggal 2 Desember 2019.

Untuk area Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung 25 November hingga 3 Desember 2019, diterapkan mulai tanggal 4 Desember 2019 untuk bio solar. Sementara untuk area Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung Timur, 2 hingga 10 Desember 2019, yang diterapkan mulai tanggal 11 Desember 2019 untu bio solar. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.