Sektor Unggulan Babel Dapat Memperkuat Daya Saing Indonesia

0
250

RedBabel, Jakarta- Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Fery Insani mdngungkapkan bahwa sektor unggulan Bangka Belitung akan mampi menopang daya saing Indonesia dalam kancah persaingan dan perdagsngan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Fery dalam Forum Group Discussion (FGD) Daya Saing Sektor Unggulan Daerah pada hari Rabu (26/09/2018).

FGD yang digelar oleh Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah RI mengangkat tema “Memperkuat Daya Saing Sektor Unggulan Di Tengah Ketidakpastian Iklim Perdagangan Internasional: Peluang Tantangan Dan Hambatan Bagi Daerah”.

Bertempat di Gedung Nusantara V DPD RI, Fery mengungkapkan upaya Bangka Belitung untuk terus mengelola sumber daya yang lebih inovatif. “Pada RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017-2022, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memfokuskan 3 (tiga) sektor unggulan untuk dikembangkan, yaitu pertanian,  kelautan dan pariwisata,”  jelas Fery.

Dalam FGD tersebut, Fery menjelaskan sektor unggulan di Bangka Belitung sangat mendukung pengembangan sektor unggulan nasional. “Seperti upaya pemerintah pusat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara bahari dan maritim. Bangka Belitung termasuk jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sehingga kita terus fokus mengembangkan potensi kelautan,” jelas Fery.

Selanjutnya Fery menjelaskan sektor pariwisata yang mampu mendongkrak sektor unggulan nasional. “Pemerintah pusat telah menetapkan Tanjung Kelayang sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Dan sektor pariwisata Bangka Belitung mampu menjaga daya saing dan kesinambungan ekonomi kreatif Indonesia di tengah-tengah persaingan iklim global,” ujar Fery.

Sebelumnya, pimpinan Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) DPD RI Abdurrahman Lahabatu mengungkapkan DPD merupakan lembaga yang merepresantikan kepentingan daerah dan menyelenggarakan fungsi parlementee seperti diplomasi dan kerjasama.

“BKSP menyelenggarakan fungsi kerjasama untuk kepentingan daerah. BKSP telah menyusun program yang mendengar aspirasi daerah dan mengoptimalkan kerjasama. Untuk selanjutnya diperlukan kerangka yang lebih serius dan berkelanjutan untuk menjembatani kepentingan daerah dan luar negeri,” lanjut Lahabatu.

Lahabatu mengatakan pertemuan ini adalah untuk menggali informasi dan masalah nyata di tengah konteks perdagangan, dimana saat ini ada perang dagang antara China dan Amerika Serikat. “Akibatnya dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia. Maka pemanfaatan potensi daerah dapat mengurangi kondisi tersebut,” kata Lahabatu.

Secara simbolis Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono membuka secara resmi FGD antara DPD dan provinsi se-Indonesia. “Saya berharap DPD dan daerah dapat saling berinteraksi dan akan membina kebaikan bagi Indonesia dan daerah. Dalam menjalankan fungsinya, DPD terus mengoltimalkan peran kelembagaan dalam memperjuangkan kepentingan daerah,” jelas Nono Sampono.

Nono menguraikan dengan manajemen pemerintahan yang baik, ketahanan ekonomi nasional bisa terjaga. “Bersama-sama kita bangun struktur ekonomi yang kuat dengan mengembangkan dan mengoptimalkan potensi daerah,” kata Nono.

Nono mengungkapkan apabila ingin menjadi negara maju dan jaya, maka harus mengembalikan Indonesia menjadi bangsa bahari dan negara maritim.

Dalam FGD tersebut, hadir Bahar Buasan anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.