Sekoci ABK KMP Musi terbalik di Hantam Ombak di Perairan Tanjung Kalian, Satu Orang Hilang

0
42

 

Redbabel, Bangka Barat – Polres Bangka Barat evakuasi ABK kapal musi di perairan Tanjung kalian, Sekoci membawa 5 orang ABK kapal KMP Musi.

Dari 4 orang tersebut 1 orang hilang saat Sekoci terbalik, Jatmiko hilang terbawa arus di perairan Tanjung Kalian saat menaiki sekoci dari daratan kembali menuju kapal bersama keempat rekannya, Senin (20/9/2021) malam

Kelimanya terombang ambing di lautan setelah sekoci yang mereka tumpangi terbalik diterjang ombak dan tenggelam.

Kasat Polair Polres Bangka Barat, AKP Candra Wijaya seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto menyebutkan kelima ABK turun menggunakan sekoci setelah kapal KMP Musi 1 lego jangkar dan sempat menurunkan penumpang pada sore harinya.

” KMP Musi 1 lego jangkar sejak hari Minggu malam. Karena kapal mereka off, hari Senin sekira pukul 15.30 WIB, lima ABK itu turun dari kapal dengan keperluan hanya turun biasa,” ungkapnya, Senin (20/9/2021) malam

Kelima ABK yang terdiri dari Masinis 1, Jatmiko, Masinis 2, Sumardi, Masinis 3, Rifki, Kadet Kapal, Yogi dan Mandor Kapal, Faki turun dari KMP Musi 1 dengan menggunakan sekoci, dan bermaksud kembali lagi ke kapal yang berada di depan Pelabuhan Kapal Cepat Express Bahari.

Kelimanya diperkirakan menerjang ombak saat kondisi air laut sedang pasang dan nahasnya terbalik hingga Jatmiko hilang ditelan ombak.

” Mereka melakukan penyelamatan diri dengan membentuk lingkaran. Terombang – ambing kurang lebih 1 jam dan mengalami kelelahan. Beruntung adanya kapal nelayan yang lewat dengan niatan berteduh dari gelombang dan segera melakukan pertolongan, satu persatu mereka berhasil ditolong, namun Masinis 1, Jatmiko tidak terlihat lagi,” Ujar kasat Polair

Kasat juga menjelaskan Sat Polair Polres Bangka Barat akan meneruskan pencarian esok (21/9/2021) mengingat situasi gelombang tinggi dan angin kencang sehingga Tim kesulitan menemukan korban kendati sempat menurunkan Kapal Patroli, Kapal TNI AL serta kapal nelayan.

” Kegiatan pencarian untuk sementara dihentikan karena keadaan air laut pasang, gelombang tinggi dan berangin kencang. Pencarian akan dilakukan besok hari dengan melibatkan Basarnas. Empat korban yang selamat dilarikan ke RSUD Sejiran Setason,” ujar kasat Polair (Sbh/RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.