Safari Jumat, Wagub Babel Sholat Ghaib Bersama Masyarakat Desa Labu

0
192

RedBabel, Bangka Induk- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus menjaring aspirasi sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di pelosok-pelosok desa yang ada di Babel. Salah satunya seperti yang dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Babel Abdul Fatah.

Seperti pada Jumat (2/11/2018), Wagub, bersama Kepala Dinas Perhubungan Babel, Tajuddin, Kepala Biro Kesra Setda Babel Asyraf Suryadin, melaksanakan Sholat Jumat bersama masyarakat Desa Labu, Kabupaten Bangka.

Selain melaksanakan Sholat Jumat, Wagub bersama masyarakat Desa Labu-Air Pandan juga secara berjemaah melaksanakan Sholat Ghaib untuk para korban tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air jurusan Jakarta – Pangkalpinang beberapa hari lalu.

Wagub dalam sambutan usai pelaksanaan Sholat Jumat mengatakan, Sholat Jumat bersama masyarakat, yang dikemas melalui Safari Jumat di Masjid Baitul Iman Desa Labu-Air Pandan ini, dalam rangka bersilaturahmi sembari mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat yang ada di Desa Labu, untuk pembangunan di Babel.

Begitu pula dengan pelaksanaan Sholat Ghaib ini, diharapkan para korban jatuhnya Pesawat Lion Air yang meninggal dunia mendapatkan ampunan atas semua dosanya selagi hidup, dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

 

Pentingnya Mengingat Hari Akhir

Sementara sebelumnya, Ustadz Suwandi dalam khutbahnya di Masjid Baitul Iman Desa Labu – Air Pandan menyampaikan pentingnya untuk mengingat hari akhir, salah satunya yaitu kematian.

Kata dia, setiap orang yang sungguh – sungguh beribadah kepada Allah, akan dijanjikan ketetapan dan juga kemudahan dalam segala urusannya. “Salah satu orang yang tidak istiqomah adalah orang tersebut tidak mengikuti ibadah istimewa seperti Sholat Jumat,” ungkapnya.

“Saya juga menasihati diri saya sendiri, bahwa hidup di dunia ini akan berakhir, karena kematian yang banyak ditakuti tetap saja kematian itu akan mendatangi kita. Salah satunya adalah musibah pesawat lion air yang memanggil para saudara – saudara kita. Dan melalui kecelakaan tersebut, kita harus berbaik sangka, karena Allah memanggil mereka dalam keadaan yang khusnul khotimah,” terang Ustadz Suwandi.

Ditegaskannya, setiap orang yang berjiwa pasti akan menyerahkan jiwanya, dan ingat dibalik musibah itu Allah pasti akan memberikan hikmah yang tidak akan pernah disangka – sangka.

“Orang yang cerdas itu adalah orang yang selalu mengingat kematian. Mari kita jadikan peristiwa jatuhnya Lion Air jurusan Jakarta – Pangkalpinang  ini, untuk berbuat sebaik mungkin dan mencari pahala sebanyak mungkin, mumpung kita masih diberi hidup untuk persiapan kita nanti menghadapi Allah,” seru Ustadz Suwandi. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.