Rumah Produksi Kopi Geddong Dapatkan Lahan Kosong Untuk Mendirikan Kafe dan Memasarkan Produk UMKM Lain dari Pemprov. Babel

0
58

RedBabel-PANGKALPINANG – Selasa, (29/9/20), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengadakan diskusi bersama petani kopi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Petani (Formap) Desa Lampur di Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Erzaldi ke Rumah Produksi Kopi Geddong dan rencana pendirian kafe untuk pemasaran produk kopi geddong tersebut.

Pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung saat ini tidak hanya memberi stimulus kepada petani di
Babel tetapi, Pemda pun terus berkonsentrasi melakukan pemberdayaan para petani melalui pemanfaatan peluang usaha, sehingga ini menjadi peluang ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani.

“Dalam rangka memajukan komoditi lokal dan produk UMKM di Babel, pemprov. akan memanfaatkan lahan kosong di depan kantor gubernur yang tidak jauh dari lokasi Gedung Serbaguna Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung sampai ke Bhay Park. Ini bisa dimanfaatkan oleh Rumah Produksi Kopi Geddong untuk menjual produknya dalam bentuk minuman maupun produk yang masih dalam kemasan,” Ujar Gubernur Erzaldi.

Rencana pemanfaatan lahan tersebut bertujuan untuk menyediakan wadah bagi pelaku UMKM dan petani lokal Babel memasarkan produknya sekaligus menjadi pusat keramaian dan wisata kuliner di Babel.

Baca Juga :Terbentuknya Kepengurusan UMKM Se-Babar Sebagai Motor Penggerak UMKM di Babar

Sementara itu, Ketua Formap Babel, M.Syarif mengatakan, fasilitas tersebut bisa menjadi wadah bagi petani Babel untuk memperkenalkan dan memasarkan komoditinya.

“Kami khususnya dari Formap Babel sangat berterima kasih banyak atas kesempatan yang sudah diberikan dan sangat membantu petani di Babel,” Ungkapnya.

Menurutnya, fasilitas ini bisa mengembangkan dan mendorong kreativitas petani untuk menciptakan produk-produk turunan dari komoditi yang dihasilkan.

“Kami petani dan komunitas pertanian nantinya bisa berinovasi serta mengembangkan lagi komoditi pertanian, dan yang terutama, bisa menambah nilai ekonomi yang cukup bagi masyarakat. Apalagi di saat ekonomi sulit seperti sekarang, semoga dengan adanya fasilitas ini kita bisa bertahan,” Ungkapnya.

Terkait produk yang akan dipasarkan, Ketua Formap Babel, Syarif mengaku bukan hanya produk Rumah Produksi Kopi Geddong saja, namun dirinya bersama Formap Babel akan mengusung produk lain di luar dari komoditi kopi.

“Kita tidak hanya mengusung kopi geddong serta produk turunannya namun, kita juga akan menjual dodol dari daging jambu mete, kacang mete, lada organik, serta beragam produk lainnya,” Pungkasnya. (*rls-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.