Ribuan Massa Gelar Aksi Bela Tauhid di Taman Mandara Kota Pangkalpinang

0
426

RedBabel, Pangkalpinang- Ribuan masa Masyarakat Bangka Belitung yang tergabung dalam Seruan Aksi Bela Bendera dan Kalimat Tauhid menggelar pernyataan sikap terkait pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Garut, Jawa Barat.

Masa yang berkumpul di Taman Mandara Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang dijaga ketat kurang lebih 600 personil anggota gabungan TNI /Polri jumat (26/10)

Setelah berkumpul rombongan masa melanjutkan long march ke Jalan A.Yani- Jalan Masjid Jami- Jalan Sudirman-RRI – Jalan A. Yani dan berakhir di Taman Mandara, kota Pangkalpinang.

Dalam tempat yang sama, Wakil Ketua MUI kota Pangkalpinang mengatakan, kami mengawasi dan memantau dalam aksi ini, diharapkan aksi ini berjalan aman dan damai

“Kita atas nama MUI kami mengayomi sebagai wasit, boleh emosi, tetapi hati tetap tenang, boleh marah tapi tidak boleh anarkais, boleh demo tapi jangan arogansi”. Ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, hal ini wajar umat Islam marah dengan adanya aksi pembakaran bendera tauhid. Bukan hanya di negara kita saja, negara lain pun seperti Turki marah dengan aksi pembakaran bendera tersebut.

“Bukan hanya di Indonesia, sampai ke Presiden Turki Erdogan pun menangis kalimat melihat tauhid dibakar. Aksi umat hari ini membela kalimat allah sangat wajar, ini reaksi positif dari masyarakat dan tidak bisa kita bendung” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Sahbaini mengatakan, kami telah mengerahkan personil dalam pengamanan aksi tersebut, tentunya agar situasi berjalan aman dan lancar.

” Lebih kurang ada 600 personil gabungan yang mengamankan aksi ini, yakni dari Polda Kep. Babel, Polres Pangkalpinang, TNI, dan Satpolpp”, ujanya.

Dalam aksi Bela Bendera dan Kalimat Tauhid tersebut para peserta menyatakan sikap.

1. Mengecam dan mengutuk keras pembakaran bendera tauhid, bendera rasullullah SAW.
2. ‎Hati kami tersakiti dan sekaligus marah, melihat pembakaran bendera tauhid tersebut.
3. ‎Menuntut kepada pemerintah dan aparat agar berlaku adil dan memberikan pernyataan yang benar dan jujur, dalam menyikapi peristiwa ini, bahwa yang dibakar oleh anggota Banser tersebut adalah benar bendera tauhid sebagaimana yang sudah dinyatakan Majelis Ulama Indonesia.
4. ‎Menuntut kepada aparat kepolisian agar para pelaku pembakaran tersebut ditangkap dan di proses secara hukum karena terindikasi kuat menista agama Islam
5. ‎Memperingatkan Bnser dan GP Ansor baik anggota atau pimpinan, dan pengurusnya untuk tidak mengulangi atau berbuat yang dapat menista agama islam dan melukai umatnya dan menciderai ukhuwah islamiah
6. ‎Menyeru kepada seluruh umat islam agar tetap tenang, menjaga perdamaian, serta tidak melakukan tindakan melawan hukum.
7. ‎Menyeru kepada seluruh umat islam agar tetap istiqomah, berpegang teguh pada syariat Islam, dan melakukan aktifitas amar mahruf nahi mungkar sebagaimana dicontohkan oleh rassullullah SAW.” (Sdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.