Pendidikan Keorang Tuaan Cegah Anak Nikah Usia Dini

0
243
Foto by Google

RedBabel, Jakarta- Kualitas berpikir keluarga penting untuk mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini. Demikian diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, bahwa pendidikan keorang tuaan atau parenting skill perlu dikuatkan. Menurut dia, seperti dilansir oleh Kompas, Pendidikan keorang tuaan atau parenting skill itu harus benar-benar dikuatkan di semua daerah di Indonesia.

Susanto menambahkan, Pendidikan keorang tuaan, tidak hanya soal mencegah perkawinan usia dini, tetapi mampu mencegah eksploitasi anak, mencegah kekerasan atas nama pengasuhan, mencegah pengabaian anak, hingga mencegah hambatan di dalam proses pemenuhan hak-hak dasar anak. Diakuinya sebagian besar masyarakat masih rendah melaporkan kasus perkawinan dini. Susanto menghimbau kepada semua pihak baik pemerintah daerah, sekolah, masyarakat untuk mengedukasi para orang tua sehingga perkawinan usia anak tidak terjadi.

Seperti diketahui, sejak Mei 2017 hingga sekarang beberapa kasus pernikahan anak usia dini terjadi pada seorang anak laki-laki usia 16 tahun menikah dengan seorang nenek di Sumatera Selatan, seorang kakek menikah dengan anak usia 17 tahun di Kolaka dan Batang, serta beberapa kasus perkawinan anak di Lebak Banten, Batang Jawa Bantaeng, Maros, Bulukumba, Jenepontoh, Sulawesi Selatan hingga yang baru terjadi di Tulungagung pada Mei 2018.

Data UNICEF yang diperoleh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pada tahun 2015 prevalensi perkawinan anak sebesar 23 persen. Satu dari 5 perempuan yang berusia 20-24 tahun telah melakukan perkawinan pertama pada usia di bawah 18 tahun. (sumber : kompas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.