Pemprov Babel Putuskan Shalat Berjamaah Diperbolehkan di Masjid. Ini Syarat yang Harus Diperhatikan

0
158

RedBabel-Pangkalpinang – Senin (18/5/20), Gubernur Erzaldi Rosman memimpin rapat pembahasan shalat Idul Fitri tanggal 1 syawal 1441 H yang akan datang. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Pasir Padi lantai 3, Kantor Gubernur Kepulauan Babel.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Babel, Brigjen Pol. Anang Syarif Hidayat; Danrem 045 Gaya, Kol M. Jangkung Widyanto S. I. P.M.Tr (Han), Ketua MUI Babel, Zayadi, Ketua DMI Babel, Rasid Ridho, serta ormas Islam lainnya. 

Gubernur Erzaldi dalam sambutannya mengatakan, penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan, dalam keadaan apapun sampai virus ini benar-benar dinyatakan berakhir.

Sehubungan dengan umat Islam yang akan melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1441 H. Gubernur Erzaldi Rosman berharap kepada peserta rapat agar dapat menyampaikan pendapatnya sehingga ada kesepakatan bersama.

Menurut Gubernur Erzaldi, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk menunaikan ibadah shalat di masjid, asalkan masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah.

“Shalat harus pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak bersalaman, shalatnya jangan terlalu lama, tidak bersalaman antar jamaa’h, selesai shalat langsung pulang ke rumah, guna menghindari gerombolan orang,” Ungkapnya.

Gubernur Erzaldi bersyukur karena di Babel ada penurunan dari yang terkonfirmasi Covid-19, walau demikian pencegahan harus tetap dilakukan, hingga virus ini berakhir.

Ketua PP Muhamadiyah, Kamaruddin AK mengatakan, shalat Idul Fitri diperbolehkan, tempatnya diperbanyak sehingga dapat melaksanakan shalat dengan menjaga jaga jarak. Shalatnya di ruang terbuka agar anjuran protokol Covid-19 dapat dilaksanakan.

Dalam rapat ini, masing-masing ormas Islam telah menyampaikan pendapatnya masing-masing dan telah menyetujui untuk dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan syarat harus memenuhi aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Intinya shalat Idul Fitri diperbolehkan untuk dilaksanakan secara berjamaa’h di masjid, akan tetapi harus mengikuti aturan anjuran protokol Covid-19 supaya terhindar virus. Dianjurkan shalatnya dilaksanakan di ruangan terbuka, supaya kalau ada virus tidak terjadi di satu tempat saja,” Ungkapnya.

Kapolda Babel, Brigjen Pol. Anang Syarif Hidayat mengatakan, shalat dapat dilaksanakan asal mengikuti ajuran pemerintah, shalat dipersingkat guna menghindari perkumpulan warga terlalu lama di masjid. “Selesai shalat langsung pulang ke rumah masing-masing, tidak bersalaman, shalat wajib pakai masker, dan ikuti anjuran protokol Covid -19,” Tegas Kapolda.

Di akhir rapat diputuskan bahwa di perbolehkan shalat Idul Fitri, termasuk shalat wajib di masjid asalkan mengikuti anjuran protokol Covid-19, sehingga tidak lagi terjadi penyebaran virus Corona di Babel. (*Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.