Pemprov Babel Lakukan Rapat Evaluasi Guna Menurunkan Harga Tiket Pesawat

0
237

RedBabel, Pangkalpinang- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, memimpin Rapat Pembahasan Tarif Penerbangan yang diselenggarakan  di Ruang  Tanjung Pesona Lantai I Kantor Gubernur Babel.

Turut hadir dalam rapat Selasa (22/1/2019) itu, Kepala Dishub Babel, Tajuddin, GM Angkasa Pura II Pangkalpinang, Branch Manager Garuda Pangkalpinang, Ketua PHRI Babel, Bambang Patijaya, Manajemen Garuda, Manajemen Lion Air, perwakilan Air Nav Babel, Pertamina, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Babel  dan instansi terkait lainnya.

Asbisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanuar, dalam arahannya,  mengatakan rapat ini dilakukan dalam rangka membahas terkait dengan tingginya harga tiket yang terjadi, khususnya di Babel.

“Hal ini kami (pemerintah) lakukan,  sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah, terkait dengan kenaikan harga tiket yang tinggi, dan masyarakat telah banyak menyampaikan keluhannya kepada pemerintah, sehingga hari ini kita lakukan rapat,” ungkap Yanuar.

Menurut Yanuar, dengan tingginya harga tiket, menyumbang inflasi yang cukup tinggi di Babel. Maka, dengan pertemuan ini, diharapkan dapat menciptakan persamaan persepsi, sehingga menghasilkan sumbang saran yang dapat disampaikan ke  kementerian perhubungan.

Melalui pertemuan ini, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, kata Yanuar, diharapkan perwakilan perusahaan maskapai penerbangan untuk melakukan evaluasi dan penurunan harga tiket penerbangan dari dan ke Babel.

Selain itu, Yanuar juga menegaskan, hasil dari pertemuan ini juga, akan disampaikan langsung kepada Gubernur Babel, nantinya akan dibawa ke dewan, kemudian akan dilanjutkan pada pertemuan dengan kementerian  perhubungan.

Terkait dengan perayaan Imlek pada bulan Februari mendatang, kata Yanuar, diharapkan harga tiket pesawat dapat lebih murah, karena merupakan kegiatan keagamanaan, dan banyaknya para pendatang yang akan berkunjung  ke Babel.

Asisten Setda Babel ini mencontohkan, “banyak masyarakat Aceh yang ingin berpergian  ke Jakarta harus melalui Malaysia ketimbang daerah transit lainnya”.

“Seperti sekarang, kita baca di koran, masyarakat Aceh ke Malaysia dulu baru ke Jakarta. Kan tidak elok rasanya,” ucap Yanuar.

Kepala Dinas Perhubungan Babel, Tajuddin, mengatakan, pemerintah juga sudah  menyampaikan surat  kepada maskapai untuk melakukan perhitungan ulang tentang harga tiket yang berlaku saat ini, dan diharapkan harga tiket dapat diturunkan.

“Dari keluhan masyarakat yang telah disampaikan, melalui pemerintah mengharapkan banyak  asosiasi/maskapai  penerbangan dapat menurunkan harga tiket pesawat,” tegas Tajuddin.

Tajuddin juga mengharapkan maskapai penerbangan, melakukan penurunan tarif tiket sebesar 60%, kemudian memperbesar sit, juga dengan harga promo yang ada.

Tajuddin juga menyampaikan, hasil pertemuan ini akan dibawa bersama pimpinan ke DPRD bersama Dinas Perhubungan, kemudian akan bertemu dengan Dirjen perhubungan udara untuk menyampaikan persolan yang terjadi di Babel.

Alami Penurunan Penumpang

Dalam kesempatan yang sama, GM Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Juanda, mengungkapkan, “untuk bandara Depati Amir Pangkalpinang, secara pertumbuhan pada 2018, memang mengalami peningkatan kurang lebih 5% dibandingkan dengan  penumpang dari tahun 2017, di mana tercatat terakhir per 31 Desember 2018, sudah 2.173.000 orang atau naik 5%, dan tumbuh 5% dari tahun 2017 yang mencapai 2.050.000.

Juanda menerangkan, periode 1 sampai dengan 20 Januari 2019, mengalami penurunan yang sangat luar biasa, dimana terdapat penurunan pergerakan pesawat, sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah penumpang yang akan berangkat dan tiba di Bandara Depati Amir.

Agus, dari Airnav Babel menjelaskan, dalam pelaksanaan tugas yang dilakukan sampai saat ini, terkait dengan tarif yang dikenakan bagi pesawat mendarat, telah sesuai dengan peraturan dari kementerian perhubungan.

Agus memaparkan, saat ini, adanya penurunan pelayanan penerbangan, dimana pada prinsipnya airnav tetap memberikan layanan yang semaksimal mungkin kepada pengguna jasa dalam negeri dan luar negeri, dan ada juga yang diakibatkan oleh penerbangan yang dicancel.

Sementara itu, Solpa Puji, Branch Manager Garuda Pangkalpinang, mengatakan, harga tiket yang saat ini digunakan masih merujuk kepada harga tiket sesuai dengan peratuhan menteri perhubungan dan mematuhi batas atas tiket yang berlaku.

Harga tiket sekarang, lanjut dia, juga diberlakukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan penerbangan Garuda, dan juga memenuhi kebutuhan operasional yang ada di Garuda. Karena, menurutnya, banyak perusahaan penerbangan saat ini, yang telah pensiun dan tidak beroperasi lagi. (*ab/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.