Pandemi Covid-19 Masih Bertahan, Gubernur Erzaldi Terus Upayakan Kebijakan Ekonomi Kerakyatan

0
44

RedBabel-PANGKALPINANG – Masa pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga kini, untuk menjaga perkonomian masyarakat tidak merosot tajam, maka kebijakan yang baik harus selalu dilakukan.

Pun demikian yang selalu dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman. Sejak Covid-19 mewabah, pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung di bawah kepemimpinannya telah melakukan berbagai strategi untuk membuat UMKM tetap bertahan dan bangkit terutama di masa pandemi ini.

Gubernur Erzaldi melihat pelaku usaha menjadi salah satu sumber peningkatan kualitas daerah. Oleh karenanya, beliau berupaya mendorong sistem ekonomi kerakyatan melalui UMKM. 

Dalam acara dialog yang diselenggarakan oleh TVRI Bangka Belitung di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/11/20) dijelaskan bahwa, pemerintah provinsi Babel telah mengalokasikan dana khusus untuk pemberdayaan UMKM di Babel. 

“Dari sisi permodalan, pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan bank BUMN dalam menyediakan permodalan atau pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah,” ujarnya.

Berbagai upaya selain dukungan modal dengan bunga yang ringan juga dilakukan. Dari segi regulasi, mempermudah perizinan, dan jangkauan akses pasar yang luas.

Kegiatan dialog TVRI Babel hari ini mengusung tema “Gubernur Bangka Belitung Dengan UMKM”. Adapun peserta dialog ini terdiri dari Gubernur Erzaldi, pelaku UMKM batik, Yun Darti dan pemilik madu Pelawan, Zaiwan.

Baca Juga : Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi 3 T di Acara Sandi

Berdasarkan data, Gubernur Erzaldi menyampaikan bahwa sejak tanggal 1 Januari hingga 17 Juli 2020, jumlah dana KUR sudah disalurkan kepada 7.897 pelaku UMKM sebesar Rp 322,49 M.

“Sedangkan dari aspek regulasi pemerintah memberikan keringanan dalam skema pembayaran,” ungkapnya.

Bagai paket lengkap, proses pemasaran pun tidak luput dari inisiasi Gubernur Erzaldi Rosman dengan membantu barang-barang UMKM Babel dapat dijual di berbagai market place dan e-commerce sehingga UMKM Babel dapat merambah ke pasar nasional dan internasional. 

“Agar produk kita berkualitas, kami juga mendorong terbangunnya rumah kemasan untuk membantu UMKM dalam pengemasan produk pelaku usaha,” ujarnya

Program pemberdayaan UMKM ini, menja sinergisitas semua pihak. Keterlibatan komunitas mempercepat langkah pemerintah  membantu UMKM untuk bangkit dan semakin berinovasi.

“Tidak hanya memberi bantuan kepada pelaku UMKM, mari bersama kita membantu melalui hal-hal kecil seperti menggunakan/mengonsumsi produk UMKM di sekitar kita. Misalnya saja, saya mengajak agar ASN membeli produk UMKM Babel. Begitu juga, saya minta agar belanja barang untuk keperluan pemprov menggunakan produk-produk UMKM kita,” pungkasnya. (*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.