Merasa Nama Baiknya Tercemar Yamo ‘a Harefa Lapor Balik Pihak Global

0
296

 

Redbabel, Pangkalpinang – Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Babel, Yamo ‘a Harefa mendatangi Polda Kepulauan Bangka belitung guna mengklarifikasi sekaligus membuat laporan balik terkait masalah hutang bill tagihan kepada Global Excecutive Club, yang besarannya sekitar Rp. 21 juta rupiah.

Dalam laporannya menyebutkan, bahwa terlapor telah melakukan pencemaran nama baik, terkait dengan terbitnya pemberitaan di beberapa media baik cetak maupun online yang menyangkut nama Pemuda Pancasila dan Institusi Satpol PP Kepulauan Bangka Belitung,” Katanya kepada sejumlah wartawan, Rabu (24/7).

“Saya sampai hari ini tidak menerima bill dari Global. Tagihan itu hanya lewat WA pada kemarin, dan itu pun sudah kita bayarkan sesuai dengan jumlah yang ditagihkan. Saya tidak tahu tiba-tiba saya mendapat informasi pihak Global melaporkan saya terkait dengan penggelapan dan pemerasan,” Katanya.

Dia juga membawa bukti berupa percakapan dengan pihak Global Excecutive Club melalui what’s app, Berikut foto – foto pembayaran uang cash yang diminta pihak pelapor.

Ia menambahkan, masalah ini harus segera dijernihkan karena kalau dibiarkan akan memunculkan opini yang tidak baik publik dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan jika dirinya melakukan penggelapan dan pemerasan kepada pihak Global.

“Untuk laporan hari ini belum diterima oleh pihak polda dengan alasan mereka mau gelar perkara dulu, nanti pihak Polda akan menghubungi kita. Jadi kita menunggu hasil gelar perkara tersebut, baru nanti kita ambil langka selanjutnya,” Katanya.

Untuk langkah selanjutnya, Ia mengatakan tetap akan melaporkan masalah tersebut, karena ia merasa di fitnah dan pencemaran nama baik serta penyebaran berita bohong.

Yamo ‘a Harefa dilaporkan Oleh pihak manajemen THM Global, karena diduga melakukan penipuan atau penggelapan, kepada Perwira Siaga SPKT II, Ipda Aryanto di Pangkalpinang, Selasa malam.
Manajer Global Excecutive Club, fahrizal mengatakan pelaporan itu dilakukan setelah Yamoa dianggap tidak berniat baik dalam menyelesaikan pembayaran bill makan minum ditempat hiburan malam tersebut yang mencapai Rp21 juta rupiah.

“Saya memiliki tanggungjawab dan laporan, maka jalan terbaik saya laporkan ke polisi biarlah diselesaikan penegak hukum,” Tutupnya. (*RN/Riil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.