Merasa Dirugikan Umar Dani Tegas Tolak Rancangan II Soal Rancangan Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Basel

0
47
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Umar Dani, Fraksi Partai Golkar

RedBabel-BASEL — Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Umar Dani sekalian anggota fraksi Golkar Basel minta pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Basel bahas dan diskusikan keputusan soal rencana penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi pada Pemilu tahun 2024 bersama para partai politik yang menjadi peserta pemilu.

“Sebelumnya saya sebagai Dewan dari Golkar dengan tegas menolak opsi rancangan 2 yang telah diumumkan oleh pihak KPU Basel, dikarenakan tidak adanya bahasan soal daerah pemilihan dengan partai politik yang menjadi peserta pemilu sehingga pengumuman soal daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Kabupaten Basel tidak berimbang dari opsi yang ditawarkan,” ungkapnya kepada wartawan pada Senin 28 November 2022.

“Maka harusnya, pihak KPU Basel mengundang para peserta pemilu atau partai politik untuk membahas hal ini lebih lanjut,” tambanya.

Diketahui, Pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebupaten Bangka Selatan Nomor 001/PL.01.3.Pu/1903/2022 tentang Rancangan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Basel dalam pemilihan umum tahun 2024

Dalam Rancangan 1 diterangkan bahwa dalam Dapil Bangka Selatan (Basel) 1 Kecamatan Toboali 12 kursi, Dapil Basel 2 Kecamatan Air Gegas sebanyak 6 kursi, Dapil 3 Kecamatan Lepar Pongok, Tukak Sadai, Kepulauan Pongok sebanyak 4 kursi dan Dapil Basel 4 Kecamatan Simpang Rimba, Payung dan Pulau Besar sebanyak 8 kursi

Sementara Rancangan II diterangkan bahwa dalam Dapil Basel 1 Kecamatan Toboali alokasi kursi sebanyak 12, Dapil 2 Kecamatan Air Gegas dan Pulau Besar alokasi kursi sebanyak 7 kursi, Dapil 3 Kecamatan Lepar Pongok, Tukak Sadai dan kepulauan Pongok sebanyak 4 kursi dan Dapil 4 kecamatan Simpang Rimba dan Payung sebanyak 7 kursi sehingga masing-masing rencana opsi sebanyak 30 kursi pada pemilu tahun 2024 mendatang.

Untuk itu, Umar Dani pun menjelaskan ketidaksetujuannya atas opsi yang ditawarkan pihak KPU Basel dalam Dapil 4 tersebut terutama pada opsi kedua.

“Karena saya beranggapan Dapil 4 tidak ada penambahan kursi, dan dalam waktu dekat sangat sulit untuk mencari calon yang baru dan kami Dapil 4 sangat merasa dirugikan dan kami berharap kepada KPU Basel untuk bisa menerapkan opsi satu,” jelasnya

Umar Dani pun mengatakan bahwa ia sudah melakukan pembinaan sejah dulu sehingga dirinya sebagai dewan dari Dapil tersebut merasa dirugikan.

“Karena kami telah melakukan pembinaan dari awal,” tutupnya.(*RB/rilis.MPO-PG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.