Menkumham RI: Destinasi Wisata Bangka Belitung Menjadi Sumber Devisa

0
241

RedBabel, Pangkalpinang- Sejak dahulu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penghasil timah. Sebagai daerah berpenghasilan tambang Bangka Belitung telah memberikan  devisa cukup besar bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini diutarakan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly di hadapan para pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menghadiri Malam Ramah Tamah di Rumah Dinas Mahligai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Minggu (16/09) malam. Ketergantungan banyak daerah terhadap hasil tambang timah bagi dunia perindustrian, termasuk sejak zaman penjajahan Belanda telah datang untuk menguasi dan  mengeruk sumber kekayaan alam yang cukup besar.

“Kita hanya menikmati sisa-sisanya, sejak ratusan tahun lalu kekayanan kita telah dieksploitasi secara besar besaran oleh bangsa penjajah”, Papar Menteri Yasonna. Karenanya, paradigma yang harus diterapkan untuk membangun sumber ekonomi, sumber energi dari sumber energi terbarukan adalah pembangunan ekonomi yang tidak mengeksploitasi sumber daya alam yang berpotensial merusak lingkungan. “Bangka Belitung merupakan salah satu daerah kawasan ekonomi khusus bidang pariwisata dan termasuk sepuluh destinasi wisata yang ada di  Indonesia”, Llanjut Menteri Yasonna.

Menurut Yasonna, pemerintah daerah harus fokus mengelola sumber yang dimiliki, seperti keunggulan pariwisata.  Pasalnya sumber devisa dari wisata sangat besar sekali jika mampu mendatangkan wisatawan dari luar negeri. “Bangka Belitung memiliki daya tarik tersendiri, tingal bagiamana kita mengemas dan mempromosikan secara maksimal sehingga wisatawan berdatangan ke Bangka Belitung”, Terang Yasonna. Kemudian, Bangka Belitung juga memiliki potensi sektor perkebunan, dan ini harus benar – benar dimanfaatkan. Untuk itu sinergi antara pusat dan daerah sangat diperlukan agar daerah dapat berkembang dengan pesat.

“Visi pembangunan sangat diperlukan untuk mempersiapkan diri menyongsong bagaimana Indonesia pada masa akan datang. Oleh karena itu masing masing daerah harus memberikan kontribusi dalam menuju Indonesia sebagai negara yang besar”, Katanya. Hubungan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diperlukan sesuai dengan kewenangan dan koordinasi dalam membangun daerah. Menteri Yasonna berharap ego sektoral dapat dikesampingkan. “Maka ebersamaan visi pembangunan di  Kabupaten/Kota harus dalam satu program bersama yang dipandu oleh Pemerintah Provinsi”, Jelas Menteri Yasonna. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.