Menanam Padi Dengan Cara Menugal, Erzaldi Mengaku Senang dan Semangat

0
29

RedBabel -BABAR– Membuat lubang dengan kayu runcing, atau dalam istilah kata adalah menugal. Guna lubang yang dibuat untuk menanam benih padi, jagung dan lain sebagainya, dan gubernur Erzaldi tak segan melakukan hal itu bersama petani.

Senin 09/11/20, bersama petani desa Tuik kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, orang nomor satu Babel itu menugal padi di lahan konservasi. Gubernur Erzaldi mengaku sangat senang melakukan hal itu.

“Saya senang sekali masyarakat semangat menanam padi sayangnya, kawasan ini di lahan konservasi sehingga, belum menerima bantuan dari pemerintah. Untuk itu, saat ini sedang diurus legalitasnya,” ujar Gubernur Erzaldi.

Terkait permintaan masyarakat untuk perbaikan jalan produksi sepanjang 4 km, dermaga, dan pembangunan talut akan dilaksanakan setelah surat legalitas lahan diterbitkan. 

Baca Juga : Gubernur Erzaldi Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Gusong Bugis

Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah provinsi untuk pengembangan sarana prasarana sebesar Rp 18 miliar.

“Kita mengurus legalitas lahan ini bukan untuk dimiliki, tapi untuk digarap. Lahan ini tidak boleh diperjualbelikan, hanya boleh diwariskan secara turun temurun,” ujarnya. 

Gubernur Erzaldi minta persawahan seluas 800 ha dari 3 desa dikelola bersama pihak swasta dengan pola korporasi agar cepat maju. 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi juga mengajak warga untuk melakukan penanaman tanaman mangrove dan jambu mete untuk menunjang ekonomi masyarakat setempat.

“Nanti akan kami bantu bibit ketam bakau, alat pertanian, pupuk, dan bibit. Sedangkan jambu mete, nanti dikelola sebagai komoditi ekspor,” jelasnya. 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Juadi mengatakan, dari luas lahan persawahan 315 hektar yang sudah tergarap baru 95 persen. 

Lahan di sini merupakan lahan hutan konservasi dan hutan produksi, saat ini pemerintah provinsi sedang mengusahakan legalitas persawahan dengan kerja sama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sehingga, para petani bisa mendapat bantuan pemerintah. 

“Kalau sudah diterbitkan bentuk kerja sama KPH dan BKSDA, petani sudah dapat menerima bantuan dari pemerintah,” jelasnya. (*Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.