Lakukan Deteksi Dini pada Kesehatan Jiwa Warga Binaan, Lapas Pangkalpinang Sinergi dengan Puskesmas Gerunggang.

0
102

Redbabel, Pangkalpinang – Lapas Kelas IIA Pangkalpinang Kanwil Kemenkumham Babel bekerjasama dengan Puskesmas Gerunggang melakukan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga dan membina kesehatan jiwa dan pelaksanaan skrinning kejiwaan bagi 40 warga binaan yang dipilih secara acak, kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di gedung serba guna Lapas Pangkalpinang. Kamis (6/7/2023).

Tim kesehatan dari Puskesmas Gerunggang yang hadir berjumlah 6 orang,terdiri dari 1 orang dokter, 1 orang perawat, dan Kasubag Tata Usaha serta 3 orang mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi Islam prodi psikologi Islam, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Kepulauan Bangka Belitung.

Salah seorang tim medis Puskesmas Gerunggang dokter Mardya Oktarini
mengatakan bahwa “kesehatan jiwa ini sangat penting bagi seluruh masyarakat terutama bagi warga binaan, karena terkadang kita sering menyepelekan mental seseorang, apalagi warga binaan yang sering dikucilkan oleh masyarakat, mereka merasa tidak berguna setelah masuk Lapas, mungkin karena melakukan kesalahan yang sulit dimaafkan”.

Lanjut Mardya “oleh karena itu kami merasa kesehatan jiwa pada warga binaan penting untuk mencegah munculnya kerusakan mentalnya.
Kesehatan mental bukan berarti sakit jiwa tapi kalau kesehatan mentalnya mulai terganggu bisa menyebabkan penyakit jiwa.”

Mardya menjelaskan “Untuk mencegah penyakit jiwa itu berlanjut ada baiknya kesehatan mentalnya dijaga, untuk deteksi dini terhadap gangguan jiwa. Gangguan jiwa dan mental ini ada beberapa tahap dan beberapa jenis. Yang pertama adalah mendeteksi gejala stres berlebih atau gejala cemas berlebih.”

“Kalau stres semua orang pasti punya stres tidak ada yang tidak mempunyai stres, tetapi tergantung mekanisme setiap orang dalam mengelola stres tersebut. Pertama ciri seseorang itu stres, biasanya jika diajak bicara sering gugup atau kededep, jantung sering berdebar, sakit kepala berlebihan dalam artian sudah minum obat tapi tidak membaik dan telah diperiksa namun masih terus-terusan sakit kepala, lelah yang terlalu berlebihan, tidak melakukan aktifitas apapun, gampang capek, tidak mempunyai minat terhadap apapun, tidak berfikir jernih, bahkan sampai berfikir untuk bunuh diri, hal ini harus diwaspadai jika sudah mempunyai pikiran seperti itu dan merasa tidak berharga terhadap diri sendiri.” Ungkapnya.

Setelah selesai penyuluhan dilanjutkan kegiatan deteksi melalui skrinning kejiwaan pada warga binaan.

Dokter Lapas Pangkalpinang dr. Nanda Farrah Dina menyampaikan, “kegiatan penyuluhan, pembinaan dan skrinning kesehatan jiwa ini merupakan bentuk jaminan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kami sebagai petugas medis untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada warga binaan.”

“Selanjutnya apabila hasil deteksi ditemukan ada warga binaan yang bermasalah kesehatan jiwanya, maka didiskusikan kepada Kalapas untuk intervensi tindak lanjut, atau dapat dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat yang mempunyai tenaga kesehatan terlatih kesehatan jiwa”, ujar Nanda.

Kalapas Pangkalpinang Badarudin menjelaskan, “bahwa dalam pemberian layanan kesehatan termasuk layanan kesehatan jiwa tentu kami akan berupaya maksimal untuk dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-304.PK.01.07.01 Tahun 2016 Tentang standar pelayanan kesehatan mental/jiwa bagi narapidana dan tahanan di Lapas, Rutan dan Rumah Sakit Pengayoman”.

“Kesehatan jiwa pada warga binaan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program pembinaan yang kami berikan selama menjalani masa pemidanaannya di Lapas, sehingga Lapas menjadi tempat yang penting untuk dilakukan deteksi dini persoalan atau kesulitan emosi dan perilaku yang mungkin mereka hadapi”. Ungkapnya.

Badarudin melanjutkan, “apabila hasil skrinning terdapat indikasi gangguan jiwa akan kami tindak lanjuti pada tingkat layanan kesehatan yang memilki fasilitas kesehatan jiwa, tentu dalam pelaksanaannya merujuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.”

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan deteksi dini masalah gangguan kejiwaan dan penanganannya pada warga binaan dapat lebih cepat dilakukan”. Pungkas nya. (Sbh/RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.