Kunjungi Balai Pertanian Provinsi Babel, Gubernur Erzaldi Himbaukan Hal Ini

0
46

RedBabel-Bangka – UPTD Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan beberapa program terkait sektor unggulan di Bangka Belitung seperti lada. Balai Benih Pertanian merupakan wadah gabungan dari subsektor tanaman pangan, multikultura, perkebunan, dan peternakan yang ada dalam satu area balai.
Tujuannya, agar tiap subsektor bisa terintegrasi dalam satu tempat dan lebih efisien. Sebagai contoh, pupuk kandang hasil dari peternakan dapat digunakan untuk perkebunan dan sebaliknya hasil perkebunan dapat digunakan untuk pakan ternak.
Jumat (10/01), Gubernur Erzaldi Rosman Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan ke balai ini untuk melihat secara langsung progres dari program yang telah berjalan. Beliau berkeliling meninjau kawasan dengan total luas hingga 8 hektar.
Balai yang saat ini telah dikonsep menjadi blok-blok dengan subsektor dari berbagai unit usaha, dapat dijadikan sebagai acuan oleh petani. Selain itu, balai juga dapat menjadi tempat belajar, makan, pelatihan, acuan atau percontohon, bahkan pembibitan. Pemberdayaannya sendiri tetap melibatkan penangkaran – penangkaran milik petani binaan balai.
Menurut Kepala Balai, balai di Indonesia yang terintegritas seperti ini hanya ada di Babel. Balai ini menggabungkan beberapa subsektor dalam satu kawasan. Di daerah lain pada umumnya, hanya untuk sektor perkebunan atau pertanian saja. “Ini juga arahan dari Bapak Gubernur untuk jangan dipisahkan, jadikan balai ini sebagai kawasan yang terintegritas dengan rapi sesuai bloknya,” Ungkapnya.
Menanggapi perkembangan yang terjadi di balai ini, Gubernur Erzaldi Rosman meminta untuk segera dibuatkan SOP terkait pengembangan bisnis dari SOP yang pernah diterapkan di masyarakat. Masyarakat tidak hanya mendapat bantuan dari balai, tetapi mampu mengembangkan usahanya dengan pengawasan dan binaan dari Balai.
Kedepannya, UPTD ini akan dijadikan Badan Layanan Umum Daerah, dengan konsep profitable atau mampu beroperasi sendiri. Bahkan setelahnya, akan berpotensi menjadi tempat pariwisata. Beliau bahkan mengarahkan area ini menjadi Siant Techno Park (STP), agar kawasan ini menjadi wadah untuk akademisi, bisnis, komunitas masyarakat, dan pemerintah sebagai fungsi pengelolaan.
Balai ini telah memproduksi 2000 bibit durian Cumasi sebagai bantuan kepada petani di wilayah Bangka Barat untuk tahun 2020.
Selain itu, pembibitan dan penelitian tanaman lada di balai ini mendatangkan Prof. Bambang dari Universitas Gajah Mada. Ini merupakan kerjasama antara Pemprov Babel dan UGM yang akan terjalin hingga program ini terealisasi.
Untuk subsektor peternakan, balai akan disiapkan fasilitas untuk mempelajari populasi sapi. Jenis sapi yang saat ini dikembangbiakkan adalah sapi Bali dan sapi Brahman Cross. Untuk ternak ayam, jenisnya adalah ayam Merawang yang sudah ditetapkan oleh Kementerian sebagai khas Bangka Belitung. (*Ab-Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.