Ketua AITI Babel : Jika Ekspor Timah Dilarang, Ekonomi Babel Kolaps

0
49

RedBabel-PANGKALPINANG — Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI) menyebutkan daerah penghasil timah terbesar di Indonesia yaitu Kepulauan Bangka Belitung terancam akan kolaps jika kebijakan larangan ekspor timah benar-benar diberlakukan pemerintah.

Ketua AITI Ismiryadi mengatakan, Kepulauan Bangka Belitung sejatinya sudah melakukan hilirisasi timah menjadi tin ingot atau timah batangan yang memiliki kemurnian hingga 99,99% atau Sn 99,99. Menurutnya, jika larangan ekspor timah memang diberlakukan, maka hal tersebut menjadi sangat tidak tepat.

“Karena timah ini sudah kami lakukan itu tahun 2004 dari pasir, dari ore ke ingot, ke balok sehingga menjadi tin ingot yang triple 9. Jadi sangat tidak pas untuk dilarang,” ujar pria yang akrab disapa Dodot saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Kemudian, Ismiryadi menyebutkan, jika pelarangan ekspor timah diberlakukan, maka yang pertama kali akan merasakan dampaknya adalah masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya, timah sudah menjadi tulang punggung perekonomian di sana. Hal ini, menurutnya akan membuat kolaps perekonomian Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, Ismiryadi menekankan bahwa aktivitas tambang di Kepulauan Bangka Belitung sudah beroperasi mulai abad 17. Sehingga, jika ekspor timah dihentikan, dia bahkan meyakini bahwa perekonomian Babel akan kolaps dan hal ini menjadi keresahan masyarakat Babel.

“Sejak abad ke 17 pertambangan timah Babel dmulai, ini harus digarisbawahi abad 17. Sekarang di abad modern kita mau stop itu kolaps, saya jamin kolaps. Dan terjadi keresahan di masyarakat. Sudah mulai digali dan itu melibatkan rakyat, dan sekarang tetap melibatkan rakyat. Jadi sangat tidak akan mungkin kalau itu dilakukan,” pungkasnya.(*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.