Kawasan Hutan Lindung Tanjung Punai Kedatangan Tenaga Ahli KLHK dan BPDASHL BRC

0
108

RedBabel-BABAR – Sabtu 24/10/ 2020, Dusun I Tanjung Punai Desa Belo Laut didatangi oleh Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) bidang Perhutanan Sosial (PS) Swary Utami Dewi dan E. Abdul Halim didampingi oleh Kepala Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Baturusa Cerucuk (BPDASHL BRC) Tekstiyanto beserta jajarannya untuk bertemu Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTH) yang di ketuai oleh Wisno di lokasi Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) kawasan Hutan Lindung Tanjung Punai.

Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada KTH Jaya Bersama yang dinilai sangat baik dalam melakukan program RHL yang diberikan oleh Kepala BPDASHL BRC Tekstiyanto awal tahun 2020 lalu.

Swary menyatakan bahwa akan melaporkan langsung hasil kunjungannya kepada Ibu Menteri KLHK Siti Nurbaya dan segera menjadikan kawasan HL Tanjung Punai menjadi PS agar bantuan kepada KTH Jaya Bersama mendapat perhatian lebih dari Kementerian LHK.

Hal tersebut disambut dengan baik oleh KTH Jaya Bersama yang merupakan hasil binaan langsung Kepala Seksi Perencanaan Dan Pemanfaatan Hutan KPHP Rambat Menduyung Ardianeka, bahkan Tekstiyanto selaku kepala BPDASHL BRC meminta kepada Ardianeka untuk segera membuat proposal program RHL tahun depan seluas 20 ha kepada KTH Jaya Bersama.

“Program RHL KTH Jaya Bersama saya nilai sangat baik ya, karena pola Agroforestry benar benar dikembangkan, yaitu menanam sayur sayuran di sela-sela tanaman mete, sehingga kawasan yang dijadikan RHL ini kelihatan benar-benar hidup” ujar Teks.

Hal senada juga disampaikan oleh Swary ketika melihat lokasi RHL tersebut.

“Sangat bagus sekali, saya senang melihat KTH Jaya Bersama kompak dalam menjalankan program ini, Senin saya pulang ke Jakarta dan akan menyampaikan langsung hasil kunjungan saya ke bu Menteri,”kata Swary.

Baca Juga :Penemuan Mayat di Desa Mayang Langsung di Identifikasi

Sementara itu, Kasi Perencanaan Dan Pemanfaatan Hutan KPHP Rambat Menduyung Ardianeka yang terlihat mendampingi Swary Dan Teks keliling lokasi penanaman jambu mete menjelaskan bahwa KTH Jaya Bersama sangat berharap penambahan program RHL tahun depan seluas 20 ha segera direalisasi karena menurut Ardianeka, potensi jambu mente sangat baik dipasaran yang diyakininya akan meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Tanjung Punai kedepannya.

“Saya senang sekali mendapatkan kunjungan ini, benar benar tidak menyangka jika tenaga ahli bu Menteri akan meninjau langsung lokasi penanaman kami bersama Pak Teks, besar harapan saya bu Menteri segera memberikan perhatian khusus kepada Dusun Tanjung Punai, karena selain menanam mete KTH Jaya Bersama juga membangun wisata Mangrove yang terletak Satu hamparan dengan lokasi RHL ini” ucap Ardi.

Jika kawasan hutan dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat dikelola sesuai regulasi yang ada maka pertumbuhan ekonomi masyarakat akan segera terlihat.

Salah Satu program tersebut adalah Agroforestry, dimana program ini mempunyai tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan. Penggabungan tiga komponen tersebut yang masuk kedalam program Agroforestry adalah agrosilvikultur, silvopastura, agrosilvopastura, silvofishery dan apiculture. (*Ito-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.