Kadisbudpar Babel Ungkap Empat Prinsip Dasar Pembangunan Pariwisata Bangka Belitung

0
124

RedBabel, Pangkalpinang- Pembangunan pariwisata Bangka Belitung pada dasarnya memiliki empat prinsip yakni bertanggung jawab, terpadu, berbasis masyarakat serta pengembangan destinasi yang memiliki identitas lokal dan berdaya saing global. Keempat prinsip tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan pembangunan pariwisata dengan tetap memperhatikan alam,  keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya lokal Bangka Belitung.

Hal tersebut diungkapkan Rivai saat membuka Acara Seminar Laporan Akhir Rencana Induk Rencana Aksi KSPP Pangkalpinang, MendoBarat, Bangka tengah dan sekitarnya hari ini Rabu (27/19) di Hotel Soll Marina Pangkalanbaru.

“ Ada empat prinsip pembangunan pariwisata kita, bertanggung jawab, terpadu, berbasis masyarakat serta pengembangan destinasi yang memiliki identitas lokal dan berdaya saing global. Keempat prinsip tersebut tidak dapat berdiri sendiri karena satu dengan yang lainnya saling berpengaruh. Pengembangan pariwisata harus dapat kita lihat dalam satu kesatuan. Dan untuk mencapai tujuan pembangunan sektor pariwisata keempat prinsip ini harus dapat dikembangkan secara terpadu” ujar Rivai.

Rivai menuturkan bahwa pembangunan pariwisata merupakan tanggung jawab kita bersama. Sinergitas lintas sektor, stakeholder dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Babel akan mempercepat pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

“ The Spirit of Collaboration, tema ini merupakan gambaran bahwa pembangunan pariwisata harus bisa bersinergi dengan sektor pendukung lainnya. Produk pariwisata merupakan hasil dari dukungan produk multisektor yang nantinya langsung dapat dinikmati oleh wisatawan. Destinasi wisata yang kita tawarkan harus mengedepankan identitas lokal dan berdaya saing global ” ujar Rivai.

Lebih jauh lagi Rivai mengharapkan agar proses pembangunan pariwisata ini dapat didukung oleh sumber daya manusia pariwisata yang kompeten. Rivai mengingatkan agar sumber daya manusia di sektor ini harus memiliki mindset yang berdaya saing global. Selain itu harus mampu berkompetisi dan tanggap terhadap perubahan di sektor pariwisata.

“ Berkaitan dengan sumber daya manusia pariwisata di era globalisasi ini, kita harus memiliki mindset yang berdaya saing global. Perubahan sangat cepat dan dinamis, kita harus dapat mengolah keunggulan yang kita miliki. Ciri khas dan keunikan Bangka Belitung menjadi modal kita untuk mengembangkan pariwisata Babel sehingga pembangunan pariwisata memiliki prinsip berkelanjutan. Pesan saya:  Pariwisata tidak hanya menjadi tuan di negerinya tapi hendaknya menjadi tuan di seluruh negeri (mancanegara)” ujar Rivai.

Acara ini merupakan rangkaian dari  kegiatan The Passion of The Archipelago yang yang berlangsung sejak hari Senin, (25/11). Hadir sebagai narasumber hari ini yakni Qodarian Pramukanto dari Institut Pertanian Bogor, Septian dari BKSDA Babel serta Ina Herliana Koswara dari P2Par ITB. Peserta pada kegiatan ini berasal dari unsur pemerintah/ OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota

Dalam kegiatan ini juga disampaikan Draf Laporan Akhir Rencana Induk dan Rencana Aksi KSPP Pangkalpinang, MendoBarat, Bangka tengah dan sekitarnya. Laporan akhir tersebut memuat laporan dalam dua kategori yakni  rencana induk dan rencana aksi. Dimana rencana induk terdiri dari rencana fisik dan non fisik sedangkan rencana aksi yang memuat tema primer dan sekunder KSPP.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.