Jabat Ketua Forum CSR Nasional Mahir Canangkan Kolaborasi dan Sinergi Berbagai Pihak

0
157
Dr.,Ing.,Mahir Bayasut, ST.MM, terpilih sebagai Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) periode 2021-2026.

RedBabel-YOGYAKARTA — Dr.,Ing.,Mahir Bayasut, ST.MM, terpilih sebagai Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan sebutan Forum CSR Nasional untuk periode 2021-2026.

Keputusan tersebut didapat dari hasil mufakat 34 Forum CSR di seluruh Indonesia pada Musyawarah Nasional (Munas) Forum TJSLBU tanggal 3-6 November 2021 di Yogyakarta.

Pelantikan Ketua Forum TJSLBU periode 2021-2026 ini ditandai dengan serah terima jabatan dari Ketua Forum TJSLBU 2016-2021, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi kepada Mahir Bayasut di Balai Besar Pendidikan dan Pelatiham Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Yogyakarta, Kamis 4 November 2021.

Menanggapi peran dan tanggung jawab yang baru diembannya, Mahir merasa bersyukur atas peran yang diamanahkan. Pengalamannya menahkodai Forum CSR DKI Jakarta selama dua tahun (2019-2021) telah menjadi bekal dalam penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai panduan ISO 26000.

“Alhamdulillah ini merupakan kepercayaan besar yang diberikan. Insyaallah saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Saya berharap dukungan dan bantuan Forum CSR Daerah dan Kementerian Sosial serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial di masyarakat,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum CSR DKI Jakarta.

Tidak dipungkiri, perkembangan zaman pun berimbas terhadap permasalahan sosial yang kian kompleks. Lingkupnya semakin meluas. Tidak sebatas kesejahteraan masyarakat semata melainkan juga mencakup penanganan perubahan iklim yang berdampak pada sosial, ekonomi, lingkungan dan SDGs. Hal ini menurut Mahir adalah salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh Forum TJSLBU di masa depan.

Oleh sebab itu, dirinya sudah menyiapkan strategi melalui program-program inovatif, adaptif dan terukur untuk dijalankan. Dalam hal ini, dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mengoptimalisasikan dampak program CSR.

“Forum TJSLBU harus menjadi wadah solusi, data dan ide. Jadi, apabila ada perusahaan yang kesulitan dalam membuat program yang tepat sasaran maka kami akan bantu memberikan data yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan untuk membuat program yang inovatif khususnya terkait sosial dan lingkungan. Lewat komitmen dan kolaborasi ini kita pasti bisa menghadapi tantangan tersebut,” paparnya.

Selain dengan pemerintah pusat, kolaborasi lewat koordinasi juga diterapkan kepada 34 Forum TJSLBU Daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejauh ini komunikasi rutin akan dilakukan untuk mengoptimalisasi efektifitas program Forum TJSLBU yang dilakukan secara serentak. Beberapa objektif dari program-program yang nantinya akan dijalankan, menurut Mahir menitikberatkan pada fungsi Forum TJSLBU, memberikan pemahaman CSR sesuai panduan global, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta mendukung program pembangunan pemerintah. Melalui serangkaian program-program tersebut, Mahir berharap kepemimpinannya akan membawa dampak positif pada permasalahan sosial serta pembangunan berkelanjutan.

“Semoga ke depannya saya mampu menjadikan TJSLBU atau biasa lebih dikenal forum CSR ini lebih memberikan manfaat dan nilai tambah. Berdampak, berkolaborasi dengan banyak pihak agar semakin inklusif sebagai mitra pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Menjadikan forum CSR sebagai wadah solusi yang meringankan permasalahan sosial, turut aktif dalam penanganan climate change dan berkontribusi pada sustainable development,” pungkasnya.

Sementara Ketua Forum CSR Bangka Belitung, Andrian Wahyudi yang ikut dalam acara Munas III Forum TJSLBU tersebut, memberi ucapan selamat kepada ketua terpilih.

“Selamat atas terpilihnya pak Mahir, semoga Forum TJSLBU dapat lebih bersinergi dengan Pemerintah, Dunia Usaha, Perguruan tinggi, Media Massa dan lembaga-lembaga lain karena bersifat sosial sehingga lebih bermanfaat untuk masyarakat luas”, ujar Andrian.

Untuk diketahui, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan sebutan Forum CSR Kesejahteraan Sosial, adalah wadah berhimpunnya kalangan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam penyelenggaraan program dan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial dan lainnya.

Berdiri dan ditetapkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, pada tanggal 24 Mei 2016, di Jakarta, saat ini beranggotakan lebih dari 300 perusahaan, baik perusahaan swasta, multinasional, BUMN, BUMD, serta perusahaan lokal skala menengah, tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini Forum CSR Kesos juga memiliki jaringan Forum CSR Kesejahteraan Sosial daerah di 34 provinsi. (*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.