Hutan Lindung Pantai Digarap Penambang Ilegal di Kawasan Wisata Pantai Lepar Belinyu Bangka

0
393

RedBabel, Bangka Induk- Puluhan hektar lahan di daerah pantai Lepar Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka digarap oleh tambang timah ilegal. Hal ini membuat masyarakat yang berada di pantai Lepar yang hendak berwisata merasa terganggu dengan adanya aktivitas tambang timah ilegal yang merusak hutan dikawasan pantai tersebut yang merupakan Hutan Lindung Pantai (HLP).

Salah satu warga yang memberikan informasi kepada awak media sangat menyayangkan adanya kegiatan pertambangan timah ilegal yang dapat merusak ekosistem dikawasan wisata tersebut. “Puluhan hektar lahan di kawasan pantai Lepar Kecamatan Belinyu tersebut rusak parah”, Ungkap salah seorang warga yang enggan disebutnya. Dirinya juga menambahkan total keseluruhan lahan yang terletak dalam 1 (satu) hamparan tersebut yakni lebih dari 100Ha.

Tidak hanya itu saja penambang dilokasi tersebut juga menggunakan alat berat yang digunakan untuk merusak lahan yang notabene masuk kawasan hutan lindung pantai. “Walaupun masuk hutan lindung pantai tapi tidak ada penertiban aktifitas tambang timah ilegal yang dilakukan oleh aparat penegak hukum”, Jelasnya. Ia juga menyebutkan apa yang dilakukan oleh para penambang tersebut sudah melanggar hukum tapi ada kesan pembiaran yang sengaja dilakukan oleh aparat penegak hukum. “Segaja membawa alat-alat berat yang lazim digunakan untuk melakukan penambangan sejenis TN (Tambang Nonkonvensional.red) atau mengambil hasil timah dari dalam kawasan hutan tersebut, ini sebuah pelanggaran berat,” sebutnya.

Warga tersebut juga menegaskan apa yang dilakukan oleh para penambang dikawasan pantai Lepar tersebut dibekingi karena tidak mungkin mereka berani bekerja apalagi sampai merusak kawasan wisata di Kecamatan Belinyu ini. “Kuat dugaan kegiatan ini dibekingi oleh aparat penegak hukum dan oknum anggota dewan. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari para penambang dikawasan pantai lempar tersebut”, Tutupnya seraya menambahkan bahwa Tambang tersebut milik seorang pengusaha berinisial IB. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.