HARI INI, ADA NASIONALISME DAN KECERIAAN ANAK MUDA DI GUNUNG MANGKOL

0
63

RedBabel-Pangkalpinang – Aset negeri ini yang paling mahal bukanlah emas, bukan timah, bukan batubara bukan keindahan alam, tapi aset yang paling mahal adalah keharmonisan”_
*(Amanah Pembina Upacara di Gunung Mangkol Bangka Belitung)*


PAGI ini, kawasan Gunung Mangkol berbeda, tidak seperti biasanya atau bahkan belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 yang dilanjutkan dengan penananaman 500 batang bibit pohon (Nyatoh dan Pelawan) dari pembibitan Yayasan Gunung Mangkol Lestari. Tak selesai disitu, setelah makan siang bersama di lokasi yang sama, dilanjutkan dengan acara berbagai perlombaan seru penuh canda tawa yang juga diikuti oleh kelompok Mak-Mak yang kebetulan berwisata ke Mangkol.

Ya, kegiatan ini dilakukan oleh anak-anak muda. 12 hari sebelum kegiatan ini berlangsung, saya mewakili Yayasan Gunung Mangkol Lestari berkomunikasi dengan adik-adik muda di Desa Terak yang tergabung dalam organisasi Bujang Squad yang telah berdiri 3 tahun lalu. Sebuah organisasi yang juga saya ditunjuk sebagai Pembina dan mereka ini sangat aktif dalam menjaga dan melestarikan Gunung Mangkol. Turut membersamai sahabat baik saya Tommy, yang adalah owner aplikasi Goanter dan Sejarawan Muda Bangka Belitung, Ali Usman.

Dengan hanya bermodalkan semangat, akhirnya ide yang saya sampaikan untuk pelaksanaan Upacara HUT RI dan Penanaman pohon oleh para peserta Upacara dapat terlaksana dengan lancar, khusyu’ dan penuh keceriaan. Perlombaan yang awalnya tidak ada dalam rencana, menjadi sebuah ajang ceria yang menumbuhkan semangat kebersamaan antar organisasi dan komunitas yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Yayasan Gunung Mangkol Lestari, Bujang Squad dan Goanter, sebagai inisiasi kegiatan dengan dibantu konsumsi makan siang dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Vito Sarbulan.

“Sudah lama tak pernah upacara, sejak tak lagi sekolah, tak pernah diundang Upacara. Upacara kali ini mengharukan” begitulah yang diungkapkan oleh mayoritas peserta Upacara. Tahun lalu Upacara seperti ini saya lakukan di Bangka Botanical Garden. Puluhan organisasi dan Komunitas dengan jumlah peserta ratusan orang, termasuk para pengunjung Bangka Botanical Garden Pangkalpinang.

Tapi, di tahun ini berbeda dan semakin meriah karena selain dilaksanakan penanaman bibit pohon, perlombaan seperti: Balap Karung, Gebuk Bantal, Masukin paku dalam botol, joget balon, makan kerupuk, ngebolang air adalah beberapa perlombaan yang membuat suasana Gunung Mangkol hari ini sangat meriah dan penuh hiruk pikuk.

Seluruh petugas Upacara tak terlatih dan memang sudah lama tak pernah Upacara, tanpa ada gladi resik, namun ternyata semua berjalan lancar dan khusyu. Nampak pekik kemerdekaan menggema dan keharuan menjadi suasana nyata ditengah Upacara. Saya selaku Pembina Upacara memberikan amanah kebersamaan, kebhenikaan dan nilai-nilai luhur Pancasil yang diwarisi oleh para pejuang dan pendiri negeri ini. Sedangkan Mantan Anggota DPRD Bangka Tengah, Zamhari, dipercaya sebagai Pembaca Teks Proklamasi. Sejarawan Ali Usman sebagai Pembaca Teks UUD 1945. Ketua Bujang Squad, Puy Purwanto, sebagai Pemimpin Upacara. 3 orang pengibar bendera Merah Putih diwakili oleh kawan kawan Goanter. Sedangkan Paduan Suara dilakukan oleh Kawan Kawan Bujang Squad dan Bujang Dayang Bangka Tengah, Pembaca do’a dari Komunitas Literasi Atap Langit Air Mesu dan Pembawa Teks Pancasila diberikan kepada Runner Up 2 Putri Hijab Bangka Belitung, Ayu Apriliya Kusuma.

Walau tak mewah, kegiatan ini berlangsung dari pagi jam 09.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Hanya terhenti saat makan siang bersama dengan lempah darat dan ikan asin serta sholat Zuhur. Selesai sholat Zuhur, kegiatan perlombaan memeriahkan suasana. Keikutsertaan SRC (Sampoerna Ritel Community) Bangka Belitung, Sibang Abuh Desa Beruas, Zamhari (Tokoh Masyarakat Bateng, Mantan Anggota DPRD Bangka Tengah), Komunitas Literasi Atap Langit Air Mesu, Pramuka SMAN 1 Namang dan SMPN Belilik, GOANTER, Star Club Atlhetic (SCA), Ikatan Putra Putri Bangka Tengah (Komunitas Bujang Dayang), Putra-Putri Tari Bangka Tengah 2020, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Bangka Tengah, Runner Up 2 Putri Hijab Bangka Belitung, Sekolah Alam Babel dan Mak Mak yang kebetulan berkunjung ke Gunung Mangkol adalah sebagaian orang-orang yang mencintai negeri ini. Ada nasionalisme walau secuil, ada harapan dan kebahagiaan ditengah menurunnya roda perekonomian negeri, ada cinta dan keakraban karena tak pandang suku, agama, budaya serta warna kulit kala Upacara dan lomba 17-an terlaksana. Itulah Indonesia, inilah Putra Putri Bangka Belitung.
Insya Allah, tahun depan kita laksanakan lagi. Yang tak pernah (lagi) Upacara 17 Agustus karena tak pernah diundang, yuk kami-lah yang mengundang. Karena untuk INDONESIA, kita adalah sama dan untuk INDONESIA apapun keadaannya, tetaplah bersatu. By : Ahmadi Sopyan (Atok Kulop)

*Salam Keragaman!*

_(Dari Atas Gunung Mangkol, 17 Agustus 2020)_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.