Hadiri Milad Pesantren di Desa Mendo, Ini Hal Yang Dihimbau Gubernur

0
43

RedBabel-Bangka – , Minggu (12/01), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman didampingi Kepala Biro Kesra, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadiri Peringatan Haul Pondok Pesantren Salafiah Darul ‘Ulum Assidiqiah di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka Dalam rangka Milad ke 9, pesantren ini mengangkat tema, “Dengan Semangat Menuntut Ilmu Agama, Kita Jadikan Desa Kita Desa Santri”.
Santri di Pesantren ini berjumlah 120 orang, dengan ruang belajar, terdiri dari 4 lokal putra dan 5 lokal putri yang telah berdiri sejak tahun 2009 oleh Teuku Hamzah yang merupakan putra daerah Desa Mendo, alumni Pondok Pesantren Dayah Darul Ulum Tanah Merah, Provinsi Nangroh Aceh Darussalam dan Datuk Idris Assidiqih, pengasuh pondok pesantren yang merupakan alumni Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur.
Teuku Hamzah menyampaikan dalam sambutannya, negeri kita ini tegak dengan 4 (empat) perkara diantaranya adalah dengan ilmu para ulama, dengan adilnya pemimpin, dengan pemurahnya para pengusaha, dan dengan doa orang fakir.
“Ini motivasi bagi kita semua agar dengan bekal ilmu agama mampu menjadi pemimpin yang baik,” ungkap guru besar pesantren ini. “Dan demikianlah aktivitas pondok ini berjalan,” Tambahnya.
Pondok ini tidak dapat berjalan jika bukan karena dukungan pemerintah, para pengusaha, hingga masyarakat sekitar pesantren. Santri tidak dipungut biaya besar setiap bulannya. Bahkan, guru-guru mendidik santri dan memberi kajian dengan keikhlasan.
“Dua tahun yang lalu saya pernah kesini dan tentunya kembali kesini karena ingin terus menjalin silahturahim,” Kata Gubernur Erzaldi Rosman mengawali sambutannya.

Gubernur Erzaldi Rosman begitu mengapresiasi aktivitas pembelajaran ilmu agama di Pondok Pesantren Salafiah Darul ‘Ulum Assidiqiah karena pesantren ini dijalankan dengan penuh keiklhasan. Akan tetapi, beliau berharap dengan keadaan ini tidak mengurangi semangat para santri dan guru, sebab tujuannya menjaga atau mendidik anak-anak kita menjadi saleh dan salihah untuk berjuang di jalan Allah.
Lebih lanjut diingatkan kepada orang tua para santri, bahwa pendidikan anak usia nol hari hingga menikah tetap menjadi tanggung jawab orang tua. “Jangan sampai karena pesantren ini begitu meringankan tugas orang tua, para orang tua lupa kewajiban atas anak dan tidak ikut sumbangsih atas kemajuan pesantren ini,” Tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Erzaldi Rosman menyampaikan akan memberikan bantuan bibit cabai dan sayur-mayur dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada pihak pesantren untuk ditanam di lahan perkebunan milik pesantren, agar meningkatkan perekonomian pesantren.
Selain itu, secara pribadi Gubernur Erzaldi Rosman juga memberikan tunjungan untuk para guru pengajar sebanyak 30 orang. (*Ab-Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.