Gubernur Erzaldi Tinjau Labkes Pelaksana Swab Test Babel

0
94

RedBabel-Pangkalpinang – Rabu (15/4/20) siang, Gubenur Erzaldi meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel sebagai tempat pelaksanaan swab test. Gubernur Erzaldi tidak mau pembangunan Laboratorium Penguji Covid-19 memakan waktu lama.

Gubernur Erzaldi dalam kegiatan itu didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Babel, drg. Mulyono, Kepala UPTD Labkesda Babel, dr. Astrid, Kepala KKP Babel, dr. Bangun dan Pihak Konsultan.

Di tempat itu Gubernur Erzaldi memastikan pelaksaanaan pembangunan laboratorium sebagai pusat pemeriksaan test swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dalam keterangannya, Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, sebagian alat tes swab sudah didatangkan, menunggu alat PCR yang besok hari akan tiba. Namun demikian, dikarenakan adanya perubahan setting ruang laboratorium sesuai Standar Penanganan Covid-19, sehingga diperlukan waktu untuk perubahannya.

“Sebagian alat sudah datang dan besok PCR-nya datang dan segera langsung diinstal. Kita tinggal nunggu material untuk perubahan ruang pengelolaan pemeriksaan klinis, yang kondisinya harus ada ruang bertekanan negatif. Karena perlu perubahan, maka yang tadinya kita siap hari Jumat ini, mungkin mundur beberapa hari lagi, dan semua tim sudah berusaha semaksimal mungkin,” Jelasnya.

Setelah laboratorium ini terbangun, nantinya pelaksanaan tes swab mampu melayani 500 pemeriksaan perharinya, sehingga bisa fokus dalam mempercepat hasil pemeriksaan.

Tahap pertama pada tes swab ini dilakukan kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum menerima hasil pemeriksaan dari Litbangkes RI Pusat, juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) tracking dari kontak pasien PDP yang beberapa waktu lalu meninggal. Laboratorium ini juga dibuka untuk masyarakat yang mau melaksanakan pemeriksaan secara mandiri. 

Laboratorium ini nantinya akan menjadi pusat pemeriksaan untuk kabupaten/kota se-Bangka Belitung. Namun, teknis pengambilan swab dilakukan di daerah masing-masing atau mobile yaitu petugas yang akan mendatangi daerah itu, khususnya di Toboali yang merupakan daerah yang dinyatakan paling merah.

Dalam rangka itu, perubahan juga akan dilakukan untuk ruang Isolasi di RSUP Soekarno sebagai tempat isolasi karantina untuk kluster A, B,ataupun, C yang saat ini sudah disurvei oleh pihak konsultan.

“Kita berdoa bersama-sama agar pelaksanaan swab di Bangka Belitung ini dapat segera dilakukan. Kami ingin berusaha secepat mungkin demi keberlangsungan dan keselamatan masyarakat Babel,” Tambahnya. (*Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.