Gubernur Erzaldi Tegaskan Formula 3M Dalam Upaya Pemulihan Sektor Ekonomi Masyarakat Babel Pasca Covid-19.Optimis

0
126

RedBabel-Pangkalpinang – Badai Pasti Berlalu. Setidaknya pesan itu yang ingin disampaikan Gubernur Erzaldi Rosman dalam Rapat Pembahasan Mekanisme Penyaluran Bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19, di ruang kerjanya, Senin (15/4/20), karena dalam rapat tersebut, Gubernur Erzaldi kembali ingatkan kepada pihak bank untuk membantu Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai persiapan menghadapi pasca pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi masyarakat Babel. 

Pasca Covid-19 nanti diharapkan pertumbuhan ekonomi di Babel tidak melambat, Gubernur Erzaldi Rosman ingin agar semua pihak dengan kuat bersama-sama dalan merencanakan, mengimplementasikan, dan mengawasi perekonomian masyarakat Babel. 

Selain meminimalisir keramaian saat penyaluran bantuan dengan mekanisme melalui BNI dan BRI, Gubernur Erzaldi Rosman melalui pertimbangan telah memilih dua bank nasional ini juga agar dapat memberi dukungan program KUR kepada masyarakat Babel. 

Dijelaskan Gubernur Erzaldi Rosman lebih rinci, KUR yang diberikan kepada masyarakat bersifat lebih mengklaster ke arah pangan seperti padi, jagung, perikanan (khususnya nelayan), dan tambak udang.

Diakuinya program KUR telah banyak mendukung offtaker (penjamin pembelian hasil panen petani/ nelayan) seperti udang.
Bahkan offtaker udang di Babel akan segara membangun cool storage di Kawasan Industri Sadai dengan kapasitas yang cukup besar agar ekspor udang dilakukan langsung dari Babel bukan lagi dari Jawa atau Lampung. 

Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, hasil pertanian jagung juga telah miliki offtaker. 
Bahkan produksi beras (rice milk) sudah cukup baik di Batu Betumpang juga sudah miliki offtaker dengan gudang-gudang penyimpanan. 
“Juli mendatang, akan dibangun lagi untuk menampung hasil rice milk Desa Rias,” Imbuhnya.  

Selain itu, Kabupaten Bangka pada Juli mendatang juga akan dibangun gudang serupa untuk menampung rice milk hasil dari Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka. 

Termasuk Kabupaten Belitung, offtakernya telah merencanakan pembangunan gudang pengolahan dan penyimpanan rice milk sebab Kabupaten Belitung terdata miliki jumlah panen sekitar 1.200 ton.

“Saya minta pihak bank support para petani dan nelayan dengan program KUR, tidak hanya para offtaker. Agar masyarakat juga bisa langsung produktif hadapi pasca Covid-19,” Tegas orang nomor satu di Babel itu.(*Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.