Gubernur Erzaldi Resmikan Pulau Anggrek Elsye Lestari

0
166

RedBabel-BANGKA – Senin, 7/12/20, Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung meresmikan Pulau Anggrek yang diberi nama Elsye Lestari. Hal ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2020.

Pulau Anggrek Lestari sudah dipersiapkan dan digarap sebagai bentuk perhatian khusus Pemerintah Babel yang bermula dari kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran hutan.

Di kawasan Elsye Lestari ini, terdapat 143 spesies jenis anggrek, dengan 76 anggrek yang sudah teridentifikasi, dan tiga jenis di antaranya merupakan jenis tanaman anggrek yang dilindungi.

“Jadi kita memberikan perhatian khusus agar tetap lestari. Kemudian kita mengusulkan daerah ini menjadi kawasan konservasi, khususnya untuk anggrek,” ujar Gubernur Erzaldi

Anggrek-anggrek di kawasan tersebut dapat menjadi pemicu dan magnet bagi para pencinta tanaman anggrek. Gubernur Erzaldi juga mengatakan bahwa, kawasan Sungai Upang, Desa Tanah Bawah merupakan lokasi anggrek yang luas dan natural.

BACA JUGA :Ini Wujud Dukungan Gubernur Erzaldi Bagi Pembudidaya Tanaman Porong

Untuk mengelola kawasan tersebut, Gubernur Erzaldi meminta agar yayasan Bangka Flora Society bekerja sama dengan desa sekaligus membuat peraturan desa sehingga, pengunjung kawasan Pulau Anggrek dapat terukur dan juga berkontribusi dalam bentuk retribusi untuk pemeliharaan lokasi.

Karena itu, Pemprov. Babel akan segera berkoordinasi bersama Pemkab. Bangka agar segera mengusulkan dan mengeluarkan surat keterangan (SK) konservasi.

Di samping untuk melestarikan kawasan tersebut sebagai lokasi konservasi, kawasan tersebut juga akan dipersiapkan untuk dijadikan daerah wisata flora dan fauna.

“Karena flora dan fauna yang ada di sini sangat banyak sekali, Alhamdulillah tadi sudah dibuat suatu kesepakatan, Pak Wabup juga akan segera mengusulkan kepada kami untuk segera dikeluarkan SK konservasinya,” ungkapnya.

Disampaikan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, bahwa di lokasi Sungai Upang tersebut juga terdapat banyak satwa seperti udang satang, burung-burung, dan juga buaya. Namun tidak hanya itu, satwa yang mulai langka seperti pesut air tawar dan ikan tapah juga ada.

Tidak lupa Gubernur Erzaldi meminta untuk penambahan perahu dan pelampung demi keselamatan masyarakat yang berkunjung ke Pulau Anggrek “Elsye Lestari.”. (*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.