Gubernur Erzaldi Resmikan Monumen Pertempuran Laut Aru

0
248

RedBabel, Bangka Tengah- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Selasa (15/1/2019) pagi, meresmikan Monumen Pertempuran Laut Aru (Arafuru) yang dibangun beberapa waktu lalu, berlokasi di kawasan GOR Sahabudin Babel, di Padangbaru, Bangka Tengah.

Peresmian Monumen bersejarah yang turut dihadiri Pimpinan DPRD Babel, Danlanal Babel Kolonel Laut M.Taufik beserta unsur Forkopimda Babel lainnya, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Budaya, Korp Wanita Angkatan Laut, dan unsur terkait lain tersebut, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur.

Sebelum melakukan peresmian Monumen Pertempuran Laut Aru, Gubernur terlebih dulu menghadiri Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera Tahun 2019.

Bertindak selaku Inspektur Upacara yang berlangsung di kawasan GOR Sahabudin Babel itu, adalah Danlanal Babel, Kolonel Laut M. Taufik.

Danlanal dalam amanatnya mengatakan, tujuan dari Peringatan Dharma Samudra ke 2019 ini, adalah untuk mengenang “Gentle and Brave” yaitu kegigihan dan rela berkorban dari Pahlawan Indonesia yang juga Putra terbaik bangsa, yang Gugur di Laut Aru dalam upaya mempertahankan Irian Jaya dengan menghadapi lawan dengan jumlah tidak seimbang sebagai bagian dari kedaulatan NKRI dari Penjajah Belanda saat itu.

“Tidak gentar dan pantang menyerah sampai titik penghabisan dalam menghadapi musuh, itulah Panutan kita Yos Sudarso, dan juga contoh bagi kita semua keberaniannya dan juga kegigihannya memimpin KRI Macan Tutul pada waktu itu. Memberikan inisiatif perintah untuk terus maju dan berani menghalau Kapal Musuh dalam pertempuran gagah dan berani, mengorbankan diri adalah kebanggan dan tidak akan pernah kita lupakan,” ungkapnya.

Untuk itu, Danlanal mengajak, agar tetap dan terus menjadikan semangat dari para pejuang tersebut, sebagai motivasi kewaspadaan guna mengisi saat damai. Karena, kondisi saat ini, justru ancamannya semakin komplek.

“Seiring teknologi yang semakin pesat, ancaman yang makin komplek, maka, setiap prajurit dituntut jiwa patriotisme untuk bisa terus bersemangat dalam mempertahankan NKRI sampai akhir,” kata Danlanal.

Meski cuaca sedikit kurang bersahabat, dan dibawah hujan gerimis, Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2019, tetap berjalan khidmat. (*Aby/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.