Gubernur Erzaldi Kunjungi Posko Terpadu Basarnas Pelabuhan Tanjung Priok

0
203

RedBabel, Jakarta- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mengunjungi Posko Terpadu Basarnas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam kunjungannya itu, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Babel Melati Erzaldi,  Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa, dan diterima Kepala Pelabuhan Tanjung Priok.

Gubernur mengatakan, dirinya dan keluarga korban datang untuk memeriksa beberapa barang temuan di Posko Tanjung Priok. Di posko itu, barang seperti tas, pakaian dan sepatu korban dikumpulkan untuk diidentifikasi.

“Betul enggak ini benda milik korban, dan memastikan pasca teridentifikasi, kami harus siap dari sisi daratnya, untuk dibawa kembali ke Bangka Belitung,” kata Gubernur, Rabu (31/10/2018).

Di Bangka Belitung, Erzaldi mengatakan, pihaknya telah menyediakan Posko di Bandar Udara Depati Amir. Selain itu,  ambulance dan tim medis juga telah bersiap di Posko Bandara Depati Amir.

“Sudah lengkap di sana untuk membantu evakuasi kita nanti,” tegas Gubernur Erzaldi.

Lebih lanjut Gubernur Erzaldi mengatakan, Pesawat Terbang Lion Air JT 610 jurusan Jakartaa  – Pangkalpinang, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu,
Dengan jumlah penumpang 181 orang,  48 diantaranya adalah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

“Atas nama pribadi dan Pemprov Babel, kami turut berduka cita atas hilangnya saudara, teman, dan kerabat kita dalam tragedi ini. Semoga para korban segera ditemukan, dan keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan,” ucap Gubernur Erzaldi.

Erzaldi menyebutkan, dari 48 ASN yang menjadi korban kecelakaan tersebut, lima di antaranya M. Syafi’i (staf Sekretaris Dewan DPRD Babel), Tessa Kausar (notulis rapat DPRD Babel), Dony dan Ariyawan Komardi (staf Dinas Pekerjaan Umum Babel), serta Eryanto (Kepala Subdirektorat Infrastruktur Wilayah II Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Babel).

Adapun sisanya adalah pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan yang bertugas di Babel serta instansi lain.

Sebagai ungkapan belasungkawa, kata Erzaldi, pihaknya akan memberikan santunan dan mengusulkan kenaikan pangkat satu tingkat untuk para korban. “Sebagai tanda jasa terhadap pengabdian mereka yang melaksanakan tugas negara,” ujarnya.

Selain itu, kata Erzaldi, Pemprov Babel memberikan kemudahan untuk para keluarga korban dalam pengurusan administrasi.

Untuk penanganan para korban, juga Erzaldi katakan, pihaknya sudah menurunkan lima satuan tugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan satu dokter di Rumah Sakit Polri dan petugas di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menangani korban asal Babel.

“Kami sudah menurunkan satgas dan satu dokter yang akan membantu kita mengurus jenazah korban dari Babel. Kepada pemerintah pusat juga kami minta dapat mengembalikan jenazah korban ke Babel meskipun sedikit,” katanya. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.