Gubernur Erzaldi Istighosah dan Do’a Bersama Wakapolri serta Pemangku Kepentingan di Babel

0
227

RedBabel, Pangkalpinang- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman bersama Wakapolri Komjen Pol Ari Dono dan Pemangku Kepentingan di Babel, dari  menghadiri  Istighosah dan Do’a Bersama dalam rangka menciptakan Pemilu 2019 Yang Aman, Damai dan Sejuk. Istighosah dan Do’a bersama yang diawali dengan Sholat Maghrib, Isya’ berjemaah, Pemberian santunan kepada para santri di Graha Timah Pangkalpinang Rabu (19/09) malam ini, juga menghadirkan Ustad Syauqi Zainuddin MZ. Gubernur Erzaldi dalam sambutannya mengatakan, Pemilu adalah Pemersatu Bangsa. Untuk itu, Ia mengajak semua unsur masyarakat agar saling menghargai tanpa harus saling menyalahkan apalagi merasa benar.

“Tantangan bagi kita hari ini, bersama-sama TNI dan Polri serta Stakeholder bersama berd’oa agar kita bisa melaksanakan Pemilu dengan damai. Kenapa? karena sebenarnya  pesta demokrasi adalah jalan untuk memilih pemimpin. Siapapun yang terpilih kita harus dukung, jangan menjatuhkan apalagi menjelekkan. Jadilah benar tanpa menyalahkan orang lain. Insya Allah Pemilu nanti yang dalam hitungan hari akan berjalan aman. Terima kasih untuk TNI dan Polri yang akan mengawal jalannya Pemilu nanti”, Kata Gubernur Erzaldi. Wakapolri Ari Dono juga mengajak masyarakat, untuk memilih pada Pemilu 2019 mendatang. Wakapolri juga mengingatkan masyarakat berhati – hati dalam menyikapi apa yang ada di media sosial.

“Keberagaman kita adalah sumber dari semua  kekuatan bangsa kita, terlebih agama kita juga mengajarkan untuk saling menghormati seperti toleransi dan silaturahmi. Kami Polri juga sadar diri, peran dari kepolisian tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Malam ini adalah malam yang berkah, karena disini kita bersatu”, Ungkap Wakapolri. Saat ini, lanjut Wakapolri, ada akses teknologi berupa media sosial yang digunakan untuk menjelekkan dengan menyebar fitnah golongan atau seseorang. “Kegiatan politik harus berjalan dengan cantik, dan insya Allah do’a kita malam ini akan dikabulkan. Dan ingat! hati yang tidak tentram itu sumber dari semua kemaksiatan. Mari kita tawadhu dan kembali kepada Allah untuk ketentraman dan keselamatan”, Ajak Wakapolri.

Sementara itu, Ustadz Syauqi Zainuddin MZ, dalam tausiyahnya dihadapan peserta Istighosah menyampaikan 4 hal dalam upaya meraih dan menjadi manusia yang bahagia. “Orang bahagia harus punya empat perkara, yang pertama kita harus punya rumah, yaitu rumah dihati. Maksudnya, hati yang luas, merasa cukup diberikan Allah kepada kita. Kedua, punya kendaraan, yaitu memiliki hubungan sosial yang baik. Ketiga, lampu yang akan menerangi lubang kubur kita, yaitu amal yang banyak, termasuk kita harus punya istri yang solehah”, Ungkap Ustadz Syauqi. (*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.