Gubernur Erzaldi: Gunakan Cuka Karet, Kualitas dan Harga Jual Karet Lebih Tinggi

0
235

RedBabel, Bangka Selatan- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menyampaikan keheranannya kepada petani karet di Babel  yang enggan menggunakan cuka karet untuk mengeraskan getah karet yang mereka sadap.

Menurutnya, masyarakat masih cinta terhadap penggunaan tawas sebagai bahan utama buat mengeraskan karet, walaupun harganya seperti diketahui jauh lebih rendah dibandingkan dengan memakai cuka karet.

Ungkapan itu disampaikan Gubernur Erzaldi saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi  Muhammad SAW di Desa Jeriji Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (24/11/2018) malam.

“Kalau kita menggunakan cuka karet kualitasnya akan jauh lebih baik ketimbang menggunakan tawas. Harganya juga cukup tinggi dibandingkan dengan tawas,” tegas Gubernur.

Gubernur Erzaldi berharap kepada masyarakat Babel khususnya di Desa Jeriji lebih fokus lagi berusaha diiringi doa, agar hasil pertanian menjadi berkah.

Masyarakat jangan lekas mengeluh lantaran harga komoditi lokal seperti karet, sawit dan lada harganya murah.

“Kita minta kepada masyarakat untuk melihat lebih jeli soal kualitas hasil akhir. Misalnya, penggunaan cuka karet yang hingga saat ini belum juga memakai cuka karet untuk membekukan getah karet, padahal harganya cukup tinggi,”  ditegaskan Gubernur.

Sementara pada komoditi sawit, Gubernur juga mengaku heran sekaligus bingung  lantaran banyaknya penolakan masyarakat terhadap pendirian pabrik. Padahal, kata Gubernur, ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempertahankan harga buah sawit.

“Kita akan upayakan pembangunan pabrik tersebut guna mendongkrak harga sawit yang kini  kita tetapkan Rp1.100 per kilogram. Namun sawit di Babel ini bijinya besar dan kulitnya tipis, sehingga harga jadi murah.  Dan sawit nanti perlahan – lahan akan kita ganti dengan tanaman khusus di Babel, yaitu lada atau sahang,” terangnya.

Saat ini, ditambahkan Gubernur, harga lada memang murah, namun jangan salahkan pemerintah, karena itu memang komoditas ekspor harganya ditentukan oleh broker luar negeri. “Tapi, kita tak perlu mengeluh dan takut. Pemda akan meningkatkan hasilnya per hektar. Sebagai contoh di Vietnam per hektarnya bisa 2,5 ton dan Babel juga bisa seperti itu,” sebut Gubernur.

“Kita akan buat itu, ada tenaga ahli kita pak haji Eng romadhon. Karena itu, saya mengajak masyarakat belajar bertanam lada ke desa Tirem, disana ada pengajarnya. Jadi, kita tidak terpengaruh dengan harga. Kalau hasil lada kita banyak, maka porolehan duitnya juga besar. Mari kita bersyukur dan jangan berupaya menyalahkan pemerintah, mudah – mudahan Allah mengabulkan segala permohonan kita,” ajak Gubernur.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Erzaldi meminta kepada masyarakat Jeriji untuk mendaftarkan putra – putrinya yang hafal Qur’an 1 juz, 2 juz dan seterusnya untuk disekolah lagi.

“Tolong, kalau sudah ada daftar ke kami ke Biro Kesra Babel, mudah – mudahan kampung kita, Babel dan negara kita ini diberkahi Allah SWT,” imbuhnya.

Berhubungan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Erzaldi menekankan agar umat Islam dimanapun berada harus meneladani apa yang dibawa beliau untuk agama Islam.

Kegiatan semacam ini (Maulid Nabi), harus terus dilestarikan untuk mengenang begitu besar perjuangan beliau mendakwahkan agama Islam. “Berkat Baginda Nabi Muhammad, Alhamdulillah agama Islam telah menjadi agama terbesar di dunia,” tutup Gubernur.

Sementara, pada kesempatan sama Syeikh Abdessalam Muhamad Azmy Alhasani didampingi penerjemahnya  MH Syamsul Bahri, mendoakan Gubernur Babel Erzaldi Rosman, agar diberikan Allah SWT kekuatan dan kesabaran dalam memimpin Babel. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.