Gubernur Erzaldi Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Gusong Bugis

0
42

RedBabel-TANJUNG PANDAN – Padat karya merupakan kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Tujuan utama dari program padat karya adalah membuka lapangan kerja, terutama yang kehilangan pekerjaan pada masa sulit.

Dalam rangka melakukan program tersebut pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung melakukan penanaman mangrove dan gerakan menanam jambu mete. Kali ini kawasan Gusong Bugis atau Kampung Seberang, kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, menjadi tempat dilakukannya program yang bertujuan memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

Rabu 5/11/20, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bertemu secara langsung dengan kelompok HKM.

Dalam arahannya gubernur mengatakan, Kawasan Gusong Bugis merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup indah untuk dikembangkan ke depan. Oleh karenanya, program padat karya menanam jambu mete ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kawasan Wisata Gusong Bugis. 

“Menurut saya, Gusong Bugis sangat bagus dari pada kawasan yang pernah saya lihat. Jadi, pengembangan kawasan ini saya dukung, provinsi akan bantu. Oleh sebab itu, kawasan ini harus dijaga,” ujar Gubernur Erzaldi.

Kegiatan ini juga berdampingan dengan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Batu Rusa Cerucuk dari Kementerian Kehutanan.

“Kawasan ini punya lahan seluas 750 ha, yang terdiri dari hutan mangrove dan jambu mete. Tahun ini rehabilitasi hutan 30 ha. Harapan kita kepada kelompok HKM yang sudah melakukan pengolahan hutan Gusong Bugis ke depan lebih  baik lagi, dengan harapan jumlah kunjungan ke tempat wisata Gusong Bugis meningkat,” ujarnya. 

Baca Juga : Gandeng IOF, Pemerintah Provinsi Babel Siap Promosikan DTW di BABAR

Orang nomor satu di Babel itu juga mengapresiasi kerja  kelompok HKM atas usahanya menjaga hutan serta, menyambut baik keinginan warga untuk melakukan budi daya ketam karena, menurutnya tempat tersebut sangat cocok.

Kepala HKM Gusong Bugis, Mawardi mengatakan, secara izin, pengolahan hutan ini sudah berlangsung 5 tahun yang mana, lahan ini merupakan lahan ekstambang. 

Di akhir kegiatan Gubernur Erzaldi menyerahkan buku rekening secara simbolis kepada kelompok HKM yang mengelola hutan tersebut. (*Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.