Gubernur Erzaldi Ajak Siswa SMA 1 Pemali Sholat Subuh Berjamaah dan Dialog Interaktif

0
31

RedBabel-BANGKA — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dan rombongan melaksanakan Kegiatan Sajadah Fajar sekaligus shalat subuh berjamaah dengan para guru dan siswa SMA Negeri 1 Pemali yang berlangsung di mushala sekolah, Senin (10/01/22), pagi.

Tujuan kegiatan ini selain untuk bersilaturahmi dengan para guru dan siswa SMA Negeri 1 Pemali, juga untuk meningkatkan ketakwaan para siswa kepada Allah SWT dengan selalu melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Gubernur Erzaldi Rosman menilai, dirinya sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya mengajak masyarakat di Babel, khususnya umat Islam agar selalu meningkatkan ketakwaan kepada sang pencipta jagat raya, dimulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, hingga perguruan tinggi.

“Program sajadah fajar ini sudah saya laksanakan sejak saya masih menjadi Bupati Bangka Tengah hingga saya menjadi gubernur. Tujuannya, saya menginginkan umat Islam di Babel ini tingkat ketakwaan kepada Allah SWT menjadi lebih baik, supaya provinsi yang kita cintai ini mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ungkap gubernur.

Selain itu, melalui kegiatan ini gubernur dapat melihat secara langsung kondisi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah yang pemberlakukannya secara serentak sesuai keputusan empat menteri, yaitu Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sesuai tingkat level Covid-19 di daerah masing-masing.

Pada kegiatan Sajadah Fajar kali ini, Gubernur Erzaldi mengajak ustadz Hendi Kurnia untuk menyampaikan tausiyah usai shalat subuh guna peningkatan keimanan.

Usai kegiatan Sajadah Fajar Gubernur Erzaldi didampingi istri tercinta Melati Erzaldi melakukan dialog interaktif yang dilaksanakan di ruang serbaguna SMA 1 Pemali dan mendapat respon luar biasa dari para siswa.

Baik gubernur maupun istri, menerima banyak pertanyaan berkenaan dengan kepemimpinan, tips mengambil keputusan semasa remaja hingga berujung pada kesuksesan berkarir. Hal itu pun ditegaskan Gubernur Erzaldi dapat tercapai apabila siswa dapat fokus dan tidak terganggu dengan hal-hal lain, terlebih seperti masalah percintaan yang sering di hadapi di usia remaja.

“Banyak di antara kalian terlalu cepat terpengaruh kalau sudah jatuh cinta. Kadang hanya melihat pasangan yang cantik, tampan, sudah berpikir hal aneh. Akhirnya masalah seperti inilah makanya banyak sekali pernikahan dini di Babel. Ujungnya, cita-cita tinggal cita-cita. Selain itu akan berdampak stunting pada anak, karena kalian belum siap jadi orang tua. Stunting hanya membuat kemunduran bagi kita,” katanya.

Melati Erzaldi Saat Melakukan Dialog Interaktif dengan Siswa SMA 1 Pemali

Sementara itu, motivasi juga diberikan Melati Erzaldi. Sekitar 15 menit melakukan pemaparan, kemampuan publik speaking yang dimiliki Melati Erzaldi memikat para siswa SMA Negeri 1 Pemali. Melati yang juga Bunda PAUD Bangka Belitung pun membeberkan rahasia sehingga mampu berbicara di hadapan banyak audience. Ia mengungkapkan, hal tersebut didapatkan berkat keinginan, membaca, dan mengikuti berbagai pelatihan atau workshop.

“Awalnya saya adalah orang yang introvert, tapi di saat Bapak Erzaldi dipercaya pertama kali sebagai wakil bupati, saya ‘terpaksa’ harus bisa berbicara. Dari situ saya belajar, semua manusia bisa berubah. Dari keinginan, semangat, dan wawasan luas, dan percaya diri, saya akhirnya bisa,” pungkasnya.

Tak lupa Gubernur Erzaldi juga mengingatkan kepada para siswa untuk dapat menentukan cita-cita sejak sekarang, yang akan menjadi modal dasar dalam menata rencana hidup di masa depan. Sehingga, ke depannya para siswa tersebut dapat memilah langkah-langkah yang harus dicapai maupun yang harus dihindari.

“Kalian siswa SMA Negeri 1 Pemali adalah kumpulan orang-orang yang karakternya lebih dari yang lain. Kalian harus bersyukur dapat sekolah di sini. Rencanakan prioritas hidup kalian sebaik mungkin, karena ketika kalian tidak mengelola hidup dengan baik, selesai!” ujarnya.

Ia juga berpesan agar siswa SMA Negeri 1 Pemali tidak terus berada pada zona nyaman di saat mendapatkan segala fasilitas dari orang tua seperti sepeda motor dan fasilitas lainnya. Gubernur justru merasa bangga ketika mengetahui beberapa siswa di sekolah unggulan itu telah menjajal dunia entrepreneur, dengan menjual berbagai produk, baik secara online maupun offline.

“Jangan bangga atas apa yang orang tua kalian berikan, karena apa yang diberikan orang tua kalian tujuannya adalah untuk kalian siap, bukan memanjakan. Kalian jangan manja, itu akan membuat kalian cengeng, dan itu menentukan karakter kalian, malu,” ujarnya. (*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.