Fasilitasi Rapat Penyelesaian Batas Wilayah Bateng dan Basel Pj Gubernur Babel Tegaskan Hal Ini

0
93
Duduk diantara Dua Kepala Daerah (Bupati Bangka Selatan dan Bupati Bangka Tengah) Pj Gubernur Babel Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Batas Wilayah

RedBabel-PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) dibawah naungan Penjabat (Pj) Gubernur memfasilitasi Rapat Penyelesaian Permasalahan Batas Daerah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dengan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), guna memperjelas status dari beberapa titik batas dua daerah tersebut, bertempat di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Kep. Babel, Senin (4/9/23).

Diketahui, sebelumnya sudah pernah dilakukan rapat terkait hal tersebut pada Desember 2022, namun memang dua kepala daerah tersebut belum secara fisik bertemu dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah perbatasan ini, dikarenakan salah satunya berhalangan hadir. Untuk memperjelasnya, maka dilakukan kembali rapat kedua pada hari ini.

Dalam hal ini, Bupati Bateng Algafry Rahman mengatakan bahwa pihaknya siap apabila harus memberikan wilayah-wilayah Bateng, yang menurut Basel merupakan wilayah Basel.

“Kami memahami dan siap menyerahkan wilayah Bangka Tengah yang menurut Bangka Selatan itu wilayahnya. Apalagi yang wilayahnya telah diaspal oleh Bangka Selatan, tetapi pagunya masuk ke Bangka Tengah. Itu wajar. Tetapi, tetap saja kami juga harus memperhatikannya,” Kata Algafry.

Basel mengusulkan sekitar 19.241,6 Ha wilayah ke Bateng, di antaranya perbatasan Desa Lubuk Pabrik, Desa Nibung, Desa Simpang Bemban, Desa Munggu, Desa Kulong Biru, dan Desa Kemingking.

Selain itu, Bupati Basel Riza Herdavid mengusulkan nantinya ingin membuat gerbang di setiap daerah perbatasan antara Bateng dan Basel. Ia pun berharap permasalahan batas wilayah ini dapat segera diselesaikan dengan adil tanpa harus ada yang merasa rugi.

Menengahi pembahasan ini, Pj Gubernur berharap keputusan dapat diambil dengan kepala dingin oleh para bupati, yang mana telah bersepakat, apabila harus melepaskan salah satu wilayahnya, dapat benar-benar diputuskan secara adil. Di mana, tidak ada pihak mana pun yang dirugikan, baik itu pemerintah kabupaten, maupun masyarakatnya.

“Pak Bupati Bateng dan Pak Bupati Basel sudah bersepakat. Silakan nanti teknisnya dibahas lagi setelah ini. Intinya buat keputusan yang tidak merugikan Bateng dan tidak merugikan Basel juga. Nanti kalau sudah, bisa kita bawa sama-sama ke Kemendagri,” ujar Pj Gubernur.(*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.