Diduga Khawatir Gagal Masuk SMA, Remaja ini Tulis Wasiat Sebelum Gantung Diri

0
277
Surat Wasiat Epa. (surya.co.id)

RedBabel, Jawa Timur- Dilansir tribunjakarta.com, seorang remaja Epa (16) sempat menulis surat wasiat sebelum ditemukan tewas gantung diri di kamar kos. Isi salah satu surat wasiat itu meminta keluarga segera mengkremasi jenazahnya dan tidak usah memasang bendera putih di rumah. “Kami sudah tanyakan ke keluarga itu memang tulisan tangan korban. Surat wasiatnya sudah kami amankan”, Kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Rabu (30/05).

Ada empat surat ditulis tangan yang ditinggalkan Epa di kamar kos sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Satu surat berisikan tentang biodatanya. Dalam surat itu dia juga meminta maaf ke keluarga. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada ibunya yang telah kerja siang malam untuk dirinya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakaknya yang telah mendukungnya selama ini.

Lalu ada surat wasiat yang ditujukan ke ibunya. Dalam surat itu, dia meminta keluarga agar segera mengkremasi jenazahnya. Dia juga meminta keluarga agar tidak memasang bendera putih di rumah. Dia juga meminta ibunya tidak buka praktik sampai Lebaran. Dia juga meminta maaf ke keluarga pemilik tempat kos karena sudah melakukan bunuh diri di lokasi. “Jangan tunjukkan ke orang banyak bahwa aku telah menyerah”, Tulisnya.

Surat berikutnya ditujukan ke pengasuhnya, Mariani. Dalam surat itu, Epa memanggil Mariani dengan sebutan Maklek. Dia mengucapkan terima kasih ke Maklek yang sudah merawatnya sejak kecil. Dia juga meminta maaf ke pengasuhnya itu. Surat terakhir, juga ditujukan ke pengasuhnya.

Dia meminta pengasuhnya agar tidak teriak memanggil orang di sekitar lokasi. Dia meminta Maklek untuk menghubungi nomor telepon RSUD Mardi Waluyo. Di surat itu, dia mencantumkan nomor telepon RSUD Mardi Waluyo. Dia juga bilang ke Maklek kalau kartu BPJS sudah disiapkan di dalam amplop.

“Kami masih mendalami motif bunuh diri yang dilakukan korban”, Ujar AKP Heri Sugiono. Menurut Heri, hasil keterangan dari kakak korban, korban nekat bunuh diri karena ada masalah keluarga. Soal kabar Epa bunuh diri karena khawatir tidak bisa masuk di salah satu SMA favorit di Kota Blitar, Heri belum tahu. “Keterangan kakaknya, korban sedang ada masalah keluarga. Sekarang belum waktunya pendaftaran SMA”, Kata Heri. (sumber : tribunjakarta.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.