Dalam Rakorgub se Sumatera, Hal Ini yang Menjadi Konsen Pembahasan Gubernur Erzaldi

0
237

RedBabel, Bengkulu – Sejumlah gubernur menghadiri pertemuan Rakorgub se Sumatera, yang dilaksanakan di Bengkulu, Selasa (9/7/2019). Di antara Kepala Daerah yang hadir, adalah Gubernur Bengkulu, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Aceh, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Lampung.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Babel Erzaldi Rosman fokus pada pembahasan komiditi lada putih, agar dikelola secara baik.

Gubernur Erzaldi menjelaskan, lada terbaik ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Lampung. Sebaiknya komoditi ini ditangani secara profesional, namun tetap di bawah pemerintah, sehingga tetap terawasi. Jangan sampai komoditi ekspor ini dikuasai swasta, lalu berdampak kurang baik bagi petani.

“Sekarang ini ada pencampuran lada dari luar negeri dengan lada produksi daerah. Setelah dicampur, kemudian dikirim ke Eropa dan Amerika,” Jelas Gubernur Erzaldi.

Berangkat dari persoalan ini, Gubernur Erzaldi mengusulkan masing-masing provinsi di wilayah Sumatera pegang satu komoditi. Tujuannya untuk menjaga kualitas produk. Contohnya, kadar kepedasan lada luar negeri lebih rendah dari kadar kepedasan lada lokal.

“Membentuk Sumatera commodity trading house dengan model tacling trading commodity, yang berbasis unggulan komoditi di masing-masing provinsi,” Ungkap Gubernur Erzaldi.

Upaya percepatan pergerakan roda perekonomian juga menjadi pembahasan Gubernur Erzaldi. Menurutnya, perlu ada jembatan penghubung antara Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera. Posisi Bangka Belitung sama dengan Bengkulu dan Kepri yang tidak dilalui jalan tol.

“Ini perlu diperjuangan. Upaya lain, meningkatkan konektivitas pulau Sumatera ke Jawa dengan membangun pelabuhan yang dapat disinggahi tanker berkapasitas besar. Ini guna menghubungkan antara Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan,” Jelas Gubernur Erzaldi.

Kesempatan ini menjadi momen penandatangan Memorandum of Raflesia. Selanjutnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersedia menjadi tuan rumah merumuskan rencana aksi terhadap Memorandum of Raflesia.

Terkait pengembangan sumberdaya manusia, Gubernur Erzaldi menyarankan melalui konsep pengembangan kependudukan dan PPA, dengan memadukan penyusunan roadmap pengembangan kependudukan se Sumatera.

“Informasi teknologi mempunyai peran yang besar terhadap pengembangan vokasi SDM. Sekolah vokasi disesuaikan dengan daerah dengan pertimbangan potensi,” Saran Gubernur Erzaldi. (*AB/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.