![]()
RedBabel-BANGKA — Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa serta zakat fitrah kepada masyarakat di sekitar kampus. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Balai Besar Peradaban UBB, Jumat (13/3/2026), ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial civitas akademika di bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama UBB, Hamsani. Hadir pula Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Devi Valeriani, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Henny Helmi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Eva Utami, Kepala UPA Perpustakaan Suhaidar, Ketua UPZ UBB Mustofa Tohari beserta tim, serta penceramah Muhammad Kurnia.
Dalam sambutannya, Hamsani menekankan bahwa rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT perlu diwujudkan tidak hanya dalam hati dan ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Ia menjelaskan bahwa syukur dapat diwujudkan melalui empat cara, yakni menyadari nikmat dalam hati, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT, mengamalkan kebaikan seperti membaca Al-Qur’an dan berbuat baik kepada sesama, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan, termasuk anak yatim dan kaum dhuafa.
“Berbagi dengan sesama merupakan bagian dari wujud syukur atas nikmat yang kita terima. Kami berharap bantuan ini tidak dilihat dari jumlah yang diterima, tetapi dari niat tulus untuk berbagi kebahagiaan bersama,” ujarnya.
Ketua UPZ UBB, Mustofa Tohari, mengatakan bahwa kegiatan penyaluran santunan dan zakat fitrah ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia serta Baznas Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program tersebut juga menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan dengan dana yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari civitas akademika UBB.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini UPZ UBB menyalurkan santunan kepada 127 anak yatim piatu dan 17 kaum dhuafa.
“Pengumpulan zakat melalui UPZ UBB tahun ini meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga jumlah penerima bantuan juga semakin bertambah. Kami berupaya menyalurkan amanah zakat dari civitas akademika kepada para penerima yang berhak,” ungkapnya.
Pada sesi kultum, penceramah Dr. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Ia mengutip riwayat Siti Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan melebihi malam-malam sebelumnya.
Menurutnya, momentum Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial, termasuk berbagi dengan anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
“Kita dianjurkan untuk menyayangi dan berbagi dengan anak yatim. Semoga kecintaan kita kepada mereka menjadi amal kebaikan yang menerangi kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para penerima bantuan yang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian civitas akademika Universitas Bangka Belitung melalui UPZ.

Melalui program ini, Universitas Bangka Belitung berharap semangat berbagi dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*Humas UBB/RB)
