Buka Kegiatan Workshop Penanganan dan pencegahan Stunting, Ini Himbauan Gubernur Babel.

0
36

RedBabel-Pangkalpinang – Rabu (29/01/2019) di Hotel Aston Bangka Tengah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, membuka kegiatan workshop Penanganan dan Pencegahan Stunting di Provinsi Bangka Belitung.
Kegiatan yang bertema ‘Bersama Wujudkan Generasi Emas yang Berkualitas’ ini menghadirkan narasumber Prof. Hardinsyah Guru Besar Ilmu Gizi Fema IPB Bogor, Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik dari Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan dari BKKBN Pusat dan Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi.
Dalam sambutannya, Gubernur Erzaldi mengungkapkan bahwa untuk mencegah dan menangani stunting ini diperlukan tim yang kuat sampai ke tingkat RT dan dasawisma.
“Melalui workshop ini saya harap nanti akan terkumpul data dari kader PKK dan kader dasawisma, jika telah memiliki data yang akurat baru akan ditentukan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Bangka Belitung,”Harap Gubernur Erzaldi.

Beliau juga mengatakan sebagai salah satu bentuk pencegahan, per-Januari 2020 ini akan ada petugas P2N (penghulu) yang akan digaji oleh Provinsi untuk melakukan edukasi dan menyampaikan hal-hal yang perlu disiapkan oleh calon suami istri yang akan melakukan pernikahan termasuk kesiapan mental dan pengetahuan mengenai pentingnya pengetahuan akan gizi pada masa sebelum kehamilan, masa kehamilan dan masa menyusui, dan kemudian akan diterbitkan sertifikat siap menikah.
“Dari sebelum masa kehamilan harus direncanakan, bapak-bapak harus ‘cerudik’ (peduli) mengenai asupan gizi saat sebelum hamil, saat hamil dan saat menyusui karena urusan keluarga ini harus melibatkan bapak-bapak juga, bapak dan ibu dalam keluarga harus kompak,” Terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik, menurutnya penanganan stunting ini merupakan salah satu target yang tertuang dalam RPJMN 2020 yakni pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Beliau mengemukakan penanganan dan pencegahan stunting ini merupakan investasi yang akan dirasakan 20-30 tahun kedepan, pada masa kehamilan pemenuhan akan kebutuhan gizi yang seimbang merupakan investasi yang penting untuk dipahami dan memerlukan peran dan kontribusi suami pada masa hamil dan menyusui.
“Bangka Belitung ini kaya, sumber protein melimpah dari hasil laut dan banyak sumber-sumber gizi lainnya dari tanaman, tapi mengapa masih terjadi stunting, mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan dan abai, melalui dialog dalam workshop ini diharapkan peserta dapat lebih memahami ini, “Tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof Hardinsyah menyebutkan bahwa syarat suksesnya penanganan dan pencegahan stunting ini dimulai dari pimpinan paling atas, menurutnya upaya Gubernur Erzaldi sudah sangat menginspirasi dan beliau juga memahami mengenai stunting ini. Syarat kedua yaitu upaya harus dilakukan terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik hingga ke Bupatinya, ketiga menurutnya perlu penganggaran pengawasan dengan melibatkan sektor-sektor lain seperti kemitraan dengan pihak swasta sehingga sistem penganggaran lebih leluasa dan keempat ketenagaan, dan hari ini adalah salah satu upaya memperkuat tenaga agar terdistribusi hingga ke daerah agar peluang sukses penanganan stunting lebih besar.
Sementara itu, Melati Erzaldi menjelaskan PKK merupakan mitra pemerintah yang kader-kadernya bisa menjangkau langsung hingga ke tingkat keluarga.
“Pada acara ini kita mendatangkan narasumber-narasumber yang luar biasa ada Prof. Damanik dan Prof. Hardinsyah ini untuk mengupgrade pengetahuan dan bicara tentang stunting, ketidak pahaman dan ketidaktahuan memang harus diedukasi melalui workshop ini seperti misalnya makanan apa yang harus dikonsumsi selama hamil. Dan di PKK sendiri ada empat Pokja dan yang banyak terlibat pada penanganan stunting ini ada pada pokja 3 tentang kesehatan dan pokja 4 tentang lingkungan,” Jelasnya. (*Ab-Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.