Bohongi Ahon Taoke Bakik Rp.300jt, Amir Duduk Dipersakitan

0
190

Lokasi Sidang Umum di Pegadilan Negeri Mentok.
Redbabel,Bangka Barat – Akibat bisnis jual beli timah yang tidak menguntungkan terpaksa menghantarkan terdakwa Amir (38) warga Desa Sungai Selan Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah duduk dikursi persakitan Pengadilan Negeri (PN) Mentok Selasa 29 Oktober 2019 sidang ke dua dengan agenda Esepsi dari PH

Adapun kronologis terdakwa Amir bin Ressa yang merupakan rekan bisnis Saudara Sanpri alias Ahon pada 23 Januari 2019 mendatangi kediaman Ahon di Desa Bakik Kecamatan Parit Tiga dalam pertemuan itu berdua sepakat melakukan usaha bisnis jual beli pasir timah dengan modal Rp.300juta yang diberikan oleh Sanpri alias Ahon kepada terdakwa Amir dengan cara ditransfer kerekening BCA.

Setelah uang ditransfer oleh Saksi Siaw Men Loy alias Men Loy orang suruhan Ahon pada 30 Januari 2019 terdakwa tidak pernah mengirim pasir timah setiap minggunya sesuai dengan perjanjian awal sehingga merasa saudara korban Ahon merasa dirugikan maka beberapa bulan kemudian pada tanggal 8 Maret 2019 korban kembali menghubungi Amir tentang bisinis pasir timah kenapa tidak mengirim kegudang milik Ahon namun terdakwa Amir mengatakan uang modal dari Ahon sudah habis dan tidak bisa mengirimkan pasir timah.

Mengetahui hal tersebut merasa dirugikan ratusan juta membuat korban Ahon Taoke Bakik melaporkan Amir ke Polsek Jebus dan atas perbuatan terdakwa Amir Bin Ressa dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doddy Darendra Praja,SH dari Kejari Muntok Babar pada sidang perdana pekan lalu sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam ketentuan pasal 372 KUHP

Sementara itu Agus Purnomo,SH dan Eko Satriawan selaku penasehat hukum (PH) terdakwa Amir bin Ressa pada sidang kedua Selasa 29 Oktober 2019 dengan agenda mengajukan nota keberatan (Eksepsi) sebanyak 8 lembar berdasarkan fakta PH terdakwa menilai dakwaan penuntut umum sepantasnya dinyatakan tidak dapat diterima dan meminta kepada majelis hakim agar terdakwa harus lepas dari segala tuntutan hukum.

Dilanjutkan Agus Purnomo,SH jika ada masalah pinjam meminjam didalam hubungan bisnis, maka terlebih dahulu harus diselesaikan secara perdata hingga mendapatkan kekuatan hukum tetap karena proses secara pidana merupakan upaya terakhir dibacakan dalam persidangan didepan Majlis hakim Selasa (29 Oktober 2019) Siang.

Usai dibacakan Eksepsi oleh PH, Hakim Ketua Sulistyo mengajukan pertanyan kepada pihak JPU apakah JPU menerima, JPU penganti Heru,SH yang mengantikan Doddy berhalangan hadir dengan mengatakan Eksepsi dari PH dijawab tanggapan secepatnya yang Mulia, sidang yang dipimpin Listyo Arif Budiman,SH dan Panitera Penganti Yorie Dwi Fajariyansah.SH

kembali ditutup dan dilanjutkan dua pekan lagi pada Selasa 12 November 2019 dengan agenda tanggapan dari JPU.(Par)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.